Ekspor Beras ke Malaysia, Qodari: Indonesia Semakin Berdaulat di Sektor Pangan

AKURAT.CO Indonesia telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Malaysia untuk ekspor 1.000 ton beras premium, sekaligus membuka potensi ekspor hingga 200.000 ton beras dengan nilai mencapai Rp3,4 triliun.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan bahwa ekspor beras ke Malaysia merupakan perkembangan positif bagi sektor pangan nasional.
Di tengah upaya menjaga ketersediaan beras untuk kebutuhan masyarakat, capaian ini menunjukkan bahwa ketika produksi domestik semakin kuat, Indonesia mulai memiliki ruang untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri secara terukur.
"Ekspor beras ke Malaysia yang bersamaan dengan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi optimisme baru bahwa Indonesia semakin berdaulat dalam pangan," kata Qodari, dalam keterangannya Selasa (1/9/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan produksi memberi ruang bagi Indonesia untuk naik kelas dalam ekosistem pangan global.
Baca Juga: Beras Naik di 120 Daerah, Kemendagri: Pemda Jangan Sampai Kecolongan
Proyeksi Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) menunjukkan produksi beras Indonesia pada 2026/2027 mencapai sekitar 38,6 juta ton, meningkat 4,6 juta ton dibandingkan produksi sebesar 34 juta ton pada 2024/2025.
"Dengan perkiraan konsumsi domestik sekitar 31 juta ton pada 2026, peningkatan produksi tersebut memberikan fondasi yang lebih kuat bagi ketahanan pangan sekaligus membuka peluang pasar ekspor," kata Qodari.
FAO pun telah menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar keempat di dunia, berada di bawah India, Tiongkok, dan Bangladesh.
Indonesia sekaligus menjadi satu dari sedikit produsen besar yang produksinya terus meningkat saat raksasa-raksasa pangan lain tengah tersandung.
"Pemerintah memastikan bahwa ekspor beras ke Malaysia tidak akan mengganggu pemenuhan kebutuhan beras masyarakat Indonesia. Pemerintah tetap mengutamakan kecukupan stok dan stabilitas pangan nasional," Qodari menjelaskan.
Baca Juga: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Kebutuhan Pangan Warga Terdampak Gempa Terjamin
Stok beras Indonesia saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton. Dengan ketersediaan tersebut, cadangan beras nasional dipastikan aman hingga Mei 2027.
Meski demikian, Qodari menambahkan, peluang ekspor tersebut perlu dilihat bukan sebagai tujuan akhir.
"Yang lebih penting adalah memastikan peningkatan produktivitas berkelanjutan, menjaga harga dan pasokan yang terjangkau bagi masyarakat, memperluas akses pasar, serta bagaimana seluruh pencapaian ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya.
"Di usia 81 tahun kemerdekaan, dari ketahanan pangan, kita membangun kesejahteraan petani dan mewujudkan Indonesia yang semakin berdaulat, adil, dan makmur," demikian Qodari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








