Akurat Logo

Kepala BNPB Lapor ke Prabowo, 105 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa NTT

Moehamad Dheny Permana | 26 Agustus 2026, 17:38 WIB
Kepala BNPB Lapor ke Prabowo, 105 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa NTT
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan bencana gempa bumi di NTT.

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, memimpin rapat penanganan bencana gempa bumi di Posko Penanganan Gempa Bumi di Bataliyon Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, menyampaikan rapat diikuti sejumlah pihak terkait guna membahas perkembangan penanganan dan langkah percepatan pemulihan di wilayah terdampak.

Rapat dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita. Selain itu, forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) NTT juga hadir dalam rapat itu.

Baca Juga: Prabowo Baru Kunjungi NTT di Hari ke-11 Pascagempa, Ini Alasannya

"Hari ini Rabu, 26 Agustus 2026 di posko penanganan gempa bumi Nusa Tenggara Timur, bertempat di Bataliyon Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo. Telah hadir Menteri ESDM, Mensesneg, Mendagri, Kapolri, Wakil Panglima TNI beserta forkopimda Gubernur Nusa Tenggara Timur, Kapolda, kemudian ada Bupati Nagekeo," ucap Teddy.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyampaikan perkembangan penanganan tanggap darurat dari bencana gempa bumi. Gempa dengan episentrum di Nagekeo tersebut berdampak pada tujuh kabupaten di Pulau Flores.

"Kemudian, yang terdampak itu ada tujuh kabupaten, Bapak Presiden. Jadi, dari mulai Labuan Bajo itu Manggarai Barat, kemudian Manggarai, Manggarai Timur, Kabupaten Nagekeo di sini, Bapak Presiden, kemudian Ngada, Ende, dan Sika," ucapnya.

Hingga saat ini, tercatat 105 orang meninggal dunia, 1.678 orang luka-luka, 179.037 orang mengungsi, serta 81.436 rumah mengalami kerusakan. Tingginya jumlah pengungsi, menurut Suharyanto tidak hanya dampak dari gempa, tetapi adanya kekhawatiran masyarakat akan gempa susulan.

"Hanya gempa susulannya itu 142 kemarin, sekarang sudah 143 kali, Bapak Presiden, yang dirasakan oleh masyarakat, yang terasa dari mulai tanggal 15 sampai sekarang. Kalau hari ini hanya tinggal 1 kali kemarin," jelasnya.

Pemerintah memastikan dukungan logistik, kesehatan, energi dan layanan dasar terus berjalan. Kepala BNPB melaporkan bantuan logistik telah didistribusikan melalui sejumlah jalur, sementara kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat relatif aman.

Baca Juga: Menteri PPPA Sapa Korban Gempa NTT, Pastikan Perempuan dan Anak Terlindungi di Pengungsian

"Banyak sekali bantuan dari kementerian lembaga, dari TNI Polri, dari swasta, dari pemerintah-pemerintah daerah lainnya juga banyak membantu ke sini, sehingga untuk masalah logistik dasar yang dibutuhkan saat tanggap darurat itu tidak ada permasalahan," lanjutnya.

Melalui rapat yang dipimpin langsung Presiden Prabowo tersebut, pemerintah terus memetakan langkah penanganan berikutnya, terutama untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat di tujuh kabupaten terdampak.

Penanganan tidak hanya diarahkan pada fase tanggap darurat, tetapi juga pada percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi agar masyarakat dapat segera kembali menjalani kehidupan secara aman dan normal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.