Akurat Logo

Prabowo Baru Kunjungi NTT di Hari ke-11 Pascagempa, Ini Alasannya

Moehamad Dheny Permana | 26 Agustus 2026, 15:24 WIB
Prabowo Baru Kunjungi NTT di Hari ke-11 Pascagempa, Ini Alasannya
Presiden Prabowo Subianto dalam rapat penanganan Gempa Bumi NTT.

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran di daerah yang telah maksimal menangani dampak gempa bumi berkekuatan M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dia mengungkapkan bahwa keputusannya untuk hadir ke NTT pada hari ke-11 pascagempa, agar sejumlah lembaga pemerintah terkait dapat bekerja leluasa di masa kritis awal bencana.

"Memang sengaja saya di awal-awal saya tidak mau datang karena saya mau beri kesempatan semua instansi untuk melayani rakyat langsung," kata Prabowo dalam rapat penanganan Gempa Bumi NTT, Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga: Menteri PPPA Sapa Korban Gempa NTT, Pastikan Perempuan dan Anak Terlindungi di Pengungsian

Menurutnya, kehadiran pimpinan pusat yang terlalu cepat justru berisiko mengganggu ritme penanganan darurat yang sedang dilakukan pejabat daerah. "Kadang-kadang kalau terlalu banyak pejabat pusat datang terpecah konsentrasi. Jadi pejabat daerah mejemput dan sebagainya," katanya.

Fokus utama pemerintah pusat adalah memastikan efektivitas penyaluran bantuan dan solusi di lapangan, bukan sekadar kunjungan teknis. "Kalau kita datang habis itu hanya lihat bencana tapi nggak bisa mengatasi, enggak bisa kirim bantuan, ya itu akhirnya kurang efektif," ujarnya.

Setelah memastikan seluruh koordinasi awal dan pengerahan bantuan berjalan optimal dari pusat, Presiden bertolak ke Nagekeo untuk mengawal langsung tahapan penanganan selanjutnya.

"Jadi setelah saya dapat laporan saudara-saudara, saya memantau, kita sudah berbuat maksimal. Tentunya kita ingin berbuat lebih, ya," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.