Renovasi SDN 7 Jangka Pascabencana Capai 86 Persen, Gibran Pastikan Siswa Bisa Kembali Belajar dengan Layak

AKURAT.CO Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, meninjau progres renovasi SD Negeri 7 Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh, yang sempat mengalami kerusakan bangunan dan fasilitas belajar akibat banjir lumpur pada November 2025 silam, kemarin.
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen negara hadir dalam pemulihan layanan dasar pascabencana di Aceh, termasuk sektor pendidikan.
Dalam peninjauan ini, Gibran melihat secara langsung perkembangan renovasi yang sedang berjalan, sekaligus mendengar aspirasi dari para guru dan pemangku kepentingan.
Gibran juga memastikan proses pemulihan benar-benar menjawab kebutuhan, agar proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara aman, nyaman, dan optimal bagi para siswa.
"Kebutuhan sekolahnya harus dipenuhi. Mau belajar pakai apa. Nanti dibantu, ya, Pak, dengan Pak Kadisnya (Kepala Dinas)," kata Wapres kepada Plt. Sekretaris Wapres Al Muktabar yang turut mendampinginya, dikutip Jumat (7/8/2026).
Dia juga berpesan kepada Kepala Sekolah SDN 7 Jangka, Mariana, agar seluruh kebutuhan penunjang pembelajaran segera dilengkapi. "Bu, nanti yang buku-buku segala macam harus dipenuhi, ya," pesannya.
Pada kunjungannya, dia juga menerima laporan dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bireuen, Muslim, mengenai perkembangan renovasi sekolah yang telah mencapai 86 persen dan ditargetkan rampung pada Oktober mendatang.
Melalui kunjungan ini, Wapres juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, tenaga pendidik, serta seluruh pihak guna mempercepat pemulihan sekolah.
"Semangat kolaborasi tersebut sangat penting, namun tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang aman dan layak tetap merupakan tanggung jawab negara," tegasnya.
Sementara itu, pada kesempatan terpisah, Guru Wali Kelas V SD Negeri 7 Jangka, Suhaiman, menguraikan kondisi sekolah pascabanjir yang sempat menghambat proses belajar mengajar.
"Sebelum renovasi sekolah ini memang sangat memprihatinkan. Setelah banjir memang tidak bisa digunakan. Semua peralatan sekolah sudah hancur. Seperti meja dan kursi tidak bisa digunakan lagi. Dan buku pelajaran sekolah untuk anak-anak tidak bisa dipakai satu pun lagi," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 7Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 8Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 9KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN
- 10Kejagung Limpahkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ke JPU, Dakwaan Disiapkan









