Tata Kelola MBG yang Baik Bisa Perkuat IHSG dan Rupiah

AKURAT.CO Pembenahan tata kelola dan efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan fiskal pemerintah.
Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) RI, Nico Harjanto, menilai, kondisi tersebut dapat berdampak positif terhadap penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah.
“Kami yakin perbaikan tata kelola dan efisiensi anggaran MBG akan mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap perekonomian nasional, khususnya menyangkut disiplin fiskal yang lebih tepat sasaran. Ini tentu akan menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong tren penguatan IHSG dan nilai tukar rupiah,” kata Nico dalam keterangan yang diterima, Kamis (23/7/2026).
Nico menyatakan pihaknya mendukung penuh langkah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, dalam melakukan pembenahan tata kelola Program MBG secara menyeluruh.
Menurutnya, tata kelola yang baik menjadi kunci agar program berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu meminimalkan kebocoran anggaran.
“Kami mendukung penuh Kepala BGN Bapak Sudaryono dalam melakukan perbaikan tata kelola MBG secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia menambahkan, perbaikan tata kelola perlu didukung pemanfaatan teknologi yang andal agar penyaluran manfaat program semakin akurat dan transparan.
“Dengan tata kelola yang lebih baik dan didukung pemanfaatan teknologi yang andal, maka target sasaran MBG akan lebih tepat dan kebocoran anggaran bisa ditekan seminimal mungkin,” tuturnya.
Baca Juga: Gibran Bahas Penguatan Ekosistem Beasiswa, Fokus Cetak SDM Unggul Indonesia Timur
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









