Pemerintah Harus Jadi Jembatan Penghubung Pelaku Industri Kreatif dengan Investor

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar, menegaskan cara mendukung industri kreatif nasional harus diubah.
Tantangan terbesar pelaku industri kreatif Indonesia saat ini bukan lagi menghasilkan produk yang berkualitas, melainkan membuka akses agar karya-karya tersebut mampu menembus pasar global.
Pandangan tersebut disampaikan Menko PM Muhaimin, saat mengunjungi Indonesia Marketplace dalam rangkaian MASA Singapore 2026 di Takashimaya Shopping Centre, Singapura.
Baca Juga: Fokus Prabowo Bangun Industri Propelan dan Munisi untuk Perkuat Kedaulatan Pertahanan
Menurutnya, penyelenggaraan MASA menunjukkan bahwa pemerintah dapat menciptakan dampak besar melalui peran sebagai enabler yang membuka ruang kolaborasi antara pelaku kreatif Indonesia, sektor swasta, pembeli, investor, media, dan mitra internasional.
"Peran pemerintah adalah membuka jalan, bukan menghalangi inisiatif masyarakat. Cara berpikirnya harus berubah. Dukungan pemerintah tidak selalu diukur dari besarnya anggaran atau banyaknya program, tetapi dari seberapa banyak peluang yang berhasil dibuka bagi masyarakat," kata Muhaimin, Senin (6/7/2026).
Setelah berdialog dengan berbagai pelaku industri kreatif Indonesia, dia melihat bahwa banyak karya anak bangsa telah memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat global.
Namun, tantangan terbesar sering kali bukan pada produk yang dihasilkan, melainkan sulitnya membangun koneksi dengan pasar, pembeli, investor, maupun jejaring internasional.
Oleh karena itu, pemerintah harus berperan sebagai pembuka akses dan penghubung antar pemangku kepentingan daripada mengambil alih peran pelaku usaha.
"Kalau pemerintah bekerja sendiri, yang lahir hanya program. Tetapi ketika pemerintah menghubungkan pelaku usaha, komunitas, investor, media, dan pasar, yang lahir adalah ekosistem. Dampaknya lebih besar dan berkelanjutan," jelasnya.
Baca Juga: Ketergantungan Impor Masih Jadi Tantangan Industri Pangan Sehat Nasional
"Pemerintah tidak harus menjadi pelaku utama. Tugas pemerintah adalah menjadi jembatan, mempertemukan orang yang tepat dengan peluang yang tepat. Ketika koneksi itu terbangun, masyarakat akan bergerak dan berkembang dengan kekuatannya sendiri," sambungnya.
Paradigma seperti ini perlu diperluas ke berbagai sektor pembangunan. Pemerintah harus semakin banyak berperan sebagai bridge builder (membangun jembatan) yang menghilangkan hambatan, mempercepat kolaborasi, dan membuka akses bagi masyarakat untuk berkembang.
Menurutnya, keberhasilan pemerintah ke depan harus diukur dari seberapa besar peluang yang berhasil dibuka bagi masyarakat untuk tumbuh dan bersaing di tingkat global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan






