Ketergantungan Impor Masih Jadi Tantangan Industri Pangan Sehat Nasional

AKURAT.CO Industri makanan dan minuman nasional masih memiliki potensi besar untuk mengembangkan bahan pangan sehat berbasis sumber daya lokal.
Namun, kesiapan bahan baku dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan industri masih menjadi tantangan yang perlu segera dibenahi.
Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman mengatakan bahwa banyak komoditas lokal yang sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pangan sehat.
Baca Juga: RAPBN 2027 Buka 3,49 Juta Lapangan Kerja
Akan tetapi, proses pengolahan di tingkat menengah atau intermediate processing masih belum berkembang optimal sehingga industri masih bergantung pada bahan baku impor.
“jadi sebetulnya di lokal itu banyak sumber daya yang bisa kita manfaatkan untuk hal ini. Tapi memang kesiapan bahan lokal untuk siap menjadi bahan baku industri itu masih murah,” kata Adhi dalam sesi konferensi pers Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia, dikutip Jumat (3/7/2026).
Adhi menyampaikan, penguatan industri pengolahan bahan baku menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan keterjangkauan produk pangan sehat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Selain ketergantungan impor, industri juga menghadapi tekanan dari pelemahan nilai tukar rupiah yang meningkatkan biaya pengadaan bahan baku dari luar negeri. Kondisi tersebut diperparah oleh tingginya biaya logistik yang turut membebani biaya produksi.
“Sekarang tantangan yang lain lagi adalah nilai tukar kita makin jelek. Nilai tukar makin jelek. Bahan-bahan kita harus diimpor. Belum masalah logistiknya makin mahal,” ujarnya.
Ia menilai pemerintah dan pelaku industri perlu bekerja sama untuk mempercepat pengembangan bahan baku lokal agar dapat memenuhi standar industri dan siap digunakan secara massal.
Di sisi lain, industri makanan dan minuman terus berupaya mencari bahan baku dengan kualitas terbaik dan sesuai kebutuhan produksi agar mampu menjaga daya saing di pasar domestik maupun internasional.
Adhi menuturkan, pameran industri menjadi salah satu sarana penting untuk mempertemukan produsen dengan pemasok bahan baku yang beragam sehingga pelaku usaha memiliki lebih banyak pilihan.
“Nah dari industri makanan minuman kita sekarang terus berusaha bagaimana agar kita bisa mendapatkan bahan baku-bahan baku yang bagus, bahan baku industri yang bagus, tapi sesuai dengan kriteria yang kita inginkan,” tutur Adhi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









