Hormati Kode Etik, DKPP Ajak Media Perkuat Sinergi Strategis

AKURAT.CO Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan media massa dalam mengawal penegakan etika pemilu di Indonesia.
Ketua DKPP, Heddy Lugito, menyampaikan bahwa kolaborasi ini krusial, agar kerja-kerja kelembagaan DKPP dapat terpublikasikan dengan baik kepada masyarakat luas.
Dia mengakui bahwa tanpa dukungan jurnalis, penyebaran informasi terkait putusan-putusan penting DKPP akan menghadapi hambatan besar.
"Tanpa teman-teman (media massa) semua, DKPP itu dianggap tidak ada. Karena kita tidak mungkin jalan satu-satu menyampaikan putusan kita, putusan kita. Jadi terima kasih atas kerjasamanya selama ini," kata Heddy, dalam forum diskusi bersama awak media di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Di sisi lain, dia juga memberikan penjelasan terkait dinamika hubungan kerja antara DKPP dan jurnalis di lapangan.
Baca Juga: Jaga Marwah Pemilu, Alasan DKPP Tetap Sidangkan Pelanggaran Asusila Meski Masuk Ranah Privat
Dia menyampaikan permohonan maaf apabila, dalam beberapa kesempatan, pihak DKPP belum bisa memberikan informasi secara instan atau sepenuhnya terbuka saat dikonfirmasi oleh awak media.
Sikap tersebut diambil bukan untuk menghalangi kerja jurnalistik, melainkan karena adanya koridor hukum dan kerahasiaan ketat yang wajib dipatuhi.
"Karena memang ada kode etik yang harus kita lindungi, ada kode etik yang harus kita taati sehingga kita tidak bisa membuka seluruhnya cerita-cerita yang belum kita sidangkan," kata Heddy.
Kendati memiliki batasan dalam publikasi perkara sebelum sidang, Heddy memandang bahwa DKPP dan pers sebenarnya berjalan di atas fondasi nilai yang sama. Kedua profesi ini sama-sama dituntut untuk tunduk dan patuh pada penegakan kode etik profesi masing-masing demi menjaga integritas institusi.
Dia berharap kemitraan dengan pers nasional ke depan dapat berjalan semakin solid, saling memahami regulasi internal masing-masing, dan tetap berjalan beriringan demi mengawal demokrasi.
Baca Juga: Festival Etik DKPP 2026 Didominasi Jurnalis Muda, Ratna Dewi: Harapan Baru untuk Pemilu 2029
"Oleh karena itu, mari kita sama-sama membangun sinergi agar antara DKPP dan teman-teman media, teman-teman jurnalis bisa bekerja seiring sejalan menjalankan fungsi dan tugas masing-masing," pungkas Heddy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 6Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








