BKSAP: Diplomasi Indonesia Harus Multipihak, Tidak Bisa Eksklusif Oleh Pemerintah Saja

AKURAT.CO Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR menegaskan diplomasi Indonesia di kancah global tidak lagi cukup dilakukan secara eksklusif oleh pemerintah pusat maupun DPR, melainkan harus berjalan secara multipihak dengan melibatkan seluruh institusi termasuk pemerintah daerah.
Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan delegasi BKSAP DPR dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster, beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para penggiat pariwisata di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Jumat (19/6/2026).
Wakil Ketua BKSAP DPR, Irine Yusiana Roba Putri, menyatakan diplomasi modern menuntut sinergi lintas-aktor agar fungsi BKSAP sebagai garda terdepan second track diplomacy dapat terlaksana secara optimal.
Menurutnya, kepentingan nasional di forum internasional tidak akan terjaga secara paripurna tanpa dukungan pemerintah daerah yang turut memperkuat posisi tawar Indonesia.
"Diplomasi itu tidak lagi hanya dilakukan oleh pemerintah pusat. Kami selalu mengatakan bahwa DPR juga memiliki peran sebagai second track diplomacy, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana hari ini diplomasi dilakukan secara multitrek," ujar politisi Fraksi PDI Perjuangan ini usai pertemuan di Gedung Kertha Sabha, Denpasar.
Irine menjelaskan, eksistensi Indonesia di forum internasional tidak boleh berhenti pada kehadiran dalam sidang-sidang tetapi harus mampu turut menentukan arah kebijakan global yang sejalan dengan kepentingan nasional.
Dalam konteks tersebut, daerah memiliki peran kunci karena keberhasilan diplomasi pada akhirnya akan kembali berdampak pada kebijakan dan pembangunan di tingkat kota dan kabupaten.
Senada dengan Irine, Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Bramantyo Suwondo, menambahkan bahwa kanal diplomasi parlemen juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran pariwisata Indonesia di forum internasional.
Menurutnya, langkah tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara diplomasi parlemen dengan agenda pembangunan ekonomi daerah.
"Berkenaan dengan diplomasi, kita banyak membahas bagaimana kita bisa menggunakan channel-channel diplomasi parlemen ini untuk meningkatkan marketing sehingga semakin meyakinkan para wisatawan luar negeri untuk hadir," jelas politisi Partai Demokrat tersebut.
Melalui pendekatan diplomasi multitrek, BKSAP DPR berkomitmen menjadikan diplomasi parlemen sebagai jembatan antara kepentingan nasional dan potensi daerah. Sehingga setiap kerja sama internasional yang dijalin memberikan manfaat konkret bagi pembangunan di seluruh Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 7Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver




