Berbasis Data, BGN Fokuskan Program Gizi kepada Kelompok Paling Membutuhkan

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan pemutakhiran dan validasi data penerima manfaat secara berkelanjutan.
Proses tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan berbagai indikator yang dapat menggambarkan kondisi riil masyarakat di lapangan.
Dalam refocusing program, BGN mempertimbangkan sejumlah indikator utama. Antara lain ketahanan gizi, kondisi sosial ekonomi, serta akses masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan gizi.
Indikator tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas penerima manfaat agar intervensi pemerintah lebih tepat sasaran.
"Kami ingin memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data. Karena itu, kualitas data terus kami perbaiki agar dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi," jelas Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga: BGN Seleksi Penerima Manfaat MBG, Siswa dari Keluarga Mampu Harus Dicoret dari Daftar
Ia menjelaskan, pemuktakhiran merupakan upaya guna memperkuat validasi data penerima manfaat sebagai landasan utama dalam penyusunan kebijakan gizi nasional yang lebih tepat sasaran, efektif, dan berkeadilan.
Karena itu, penguatan data menjadi prioritas BGN dalam memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan intervensi gizi dari pemerintah.
"Data yang akurat sangat penting karena menjadi dasar bagi kami dalam menyusun kebijakan penerima manfaat. Tujuannya adalah memastikan intervensi gizi diberikan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal," ujarnya.
Hingga saat ini, BGN telah melakukan identifikasi dan pemetaan terhadap sejumlah wilayah serta satuan pendidikan sebagai bagian dari proses validasi data penerima manfaat.
Data tersebut akan terus diperbarui seiring dengan masuknya informasi dan hasil verifikasi lapangan yang dilakukan secara bertahap.
Baca Juga: BGN Siapkan Skema Baru Insentif SPPG, Tak Lagi Flat Rp6 Juta
Arum menambahkan bahwa proses penguatan data juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berbagai intervensi gizi lainnya.
Dengan basis data yang semakin akurat, BGN dapat memastikan alokasi sumber daya dan anggaran dilakukan secara lebih efisien serta memberikan dampak yang lebih besar terhadap peningkatan status gizi masyarakat.
"Refocusing yang kami lakukan bukan semata-mata penyesuaian program, tetapi bagian dari upaya memastikan setiap kebijakan benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat. Karena itu, data menjadi fondasi utama dalam seluruh proses pengambilan keputusan," kata Arum.
Ke depan, BGN akan terus memperkuat sistem pengelolaan data dan mekanisme validasi penerima manfaat. Sebagai bagian dari komitmen membangun kebijakan gizi nasional yang adaptif, akuntabel, dan berorientasi pada kelompok yang paling membutuhkan intervensi pemerintah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 5Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara








