AS-Iran Sepakat Damai, Israel Jangan Picu Konflik Baru

AKURAT.CO Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran disambut positif, untuk mengakhiri konflik yang selama ini memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Kesepakatan tersebut menjadi momentum penting bagi terciptanya stabilitas regional dan harus dijaga oleh seluruh pihak yang terlibat.
Anggota Komisi I DPR, Oleh Soleh, menekankan bahwa tidak boleh ada lagi langkah-langkah yang berpotensi memicu eskalasi konflik setelah tercapainya perjanjian damai tersebut.
Baca Juga: Pendukung Setia Trump Mark Levin Tak Terima AS Buat Kesepakatan Damai dengan Iran
"Amerika Serikat dan Iran harus sama-sama berkomitmen menjaga perdamaian. Tidak boleh ada lagi peperangan di antara kedua negara. Kesepakatan damai ini harus dihormati dan dijaga oleh semua pihak," kata Oleh Soleh dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).
Dia menilai, keberhasilan mengakhiri konflik tidak hanya bergantung pada komitmen Washington dan Teheran, tetapi juga memerlukan dukungan dari negara-negara lain yang memiliki keterkaitan dengan dinamika keamanan di Timur Tengah.
Karena itu, dia mengingatkan agar tidak ada tindakan yang dapat mengganggu proses perdamaian yang telah disepakati. Secara khusus, dia menyoroti pentingnya semua pihak menahan diri agar stabilitas kawasan tetap terjaga.
"Israel yang menjadi sekutu Amerika juga tidak boleh menyerang Iran. Langkah dan taktik Israel harus diwaspadai. Jangan sampai Israel merusak perjanjian damai itu dengan melakukan serangan lagi ke wilayah Iran," ujarnya.
Politikus PKB itu menilai, implementasi kesepakatan damai perlu mendapat perhatian serius dari komunitas internasional. Menurutnya, pengawasan yang kuat diperlukan agar setiap pihak menjalankan komitmen yang telah disepakati.
Baca Juga: Sekjen PBB Antonio Guterres Respons Kesepakatan Gencatan Senjata Permanen AS-Iran
Dia bahkan meminta adanya langkah tegas apabila terdapat pihak yang mencoba merusak proses perdamaian tersebut.
"Jika dalam masa damai ini Israel ternyata melakukan serangan, maka Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa harus bertindak tegas dan memberikan sanksi kepada Israel. Tidak boleh ada negara mana pun yang merusak perjanjian damai antara Iran dan Amerika Serikat," tegasnya.
Selain itu, Oleh juga mendorong Pemerintah Indonesia untuk terus mendukung penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan dialog. Menurutnya, sikap tersebut sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang konsisten mengedepankan perdamaian dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








