Di Tengah Pelemahan Rupiah, Kemenkes Jamin Harga Obat BPJS Tak Naik

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan harga obat-obatan tidak akan mengalami lonjakan signifikan meski terdampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan kenaikan harga minyak dunia.
Sementara itu, harga obat dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dipastikan tetap stabil.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah telah memantau perkembangan harga obat dan membedakan antara kenaikan yang masih wajar dengan yang tidak dapat dibenarkan.
“Harga obat kita sudah lihat mana yang naik yang masuk akal dan yang tidak masuk akal. Tapi untuk obat-obatan BPJS, kita berhasil jaga,” ujar Budi, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, kenaikan nilai tukar dolar tidak otomatis membuat harga obat naik dalam persentase yang sama.
Pasalnya, sebagian besar komponen biaya produksi obat di dalam negeri masih menggunakan mata uang rupiah.
Karena itu, pemerintah telah menghitung batas penyesuaian harga yang dinilai masih rasional.
Kenaikan harga obat di kisaran 10 hingga 20 persen dianggap masih wajar, sedangkan kenaikan di atas angka tersebut dinilai tidak dapat dibenarkan.
Baca Juga: Bek Persib Kakang Rudianto Yakin Portugal Bisa Angkat Trofi Piala Dunia 2026
“Sepuluh sampai 20 persen itu masih masuk akal. Tapi kalau di atas itu, jangan mengambil untung dari situ,” kata Budi.
Senada, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Rizka Andalusia, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan industri farmasi terkait mekanisme penyesuaian harga obat.
Menurut Rizka, pemerintah menetapkan batas maksimal kenaikan harga obat sebesar 20 persen, dengan besaran yang berbeda-beda tergantung jenis produknya.
“Paling tinggi 20 persen. Tergantung jenis obatnya, ada yang cuma menaikkan 5 persen atau 10 persen. Tapi tidak boleh lebih dari 20 persen,” ujarnya.
Di tengah penyesuaian harga obat komersial, Kemenkes memastikan masyarakat peserta JKN tidak perlu khawatir karena harga obat yang ditanggung BPJS Kesehatan tetap terjaga dan tidak terdampak kenaikan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








