Prabowo: ASEAN Jalur Perdagangan Strategis, Jangan Sampai Ada Gangguan di Kawasan

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menyerukan negara-negara ASEAN untuk menjaga kedaulatan wilayah perairan dan jalur perdagangan strategis di kawasan Asia Tenggara, demi mencegah gangguan terhadap aktivitas ekonomi regional.
Seruan tersebut disampaikan Prabowo di tengah disrupsi perekonomian global akibat konflik Iran-Israel-Amerika Serikat yang mengganggu jalur perdagangan dunia, khususnya di Selat Hormuz.
Dia menekankan di tengah isu ketahanan energi, negara-negara ASEAN harus tetap menjaga persatuan dan stabilitas keamanan kawasan.
Baca Juga: KTT ASEAN 2026 Bahas Diversifikasi Pasar di Tengah Konflik Timur Tengah
"Ketahanan bukan hanya soal energi. Ketahanan juga berarti menjaga dan melindungi jalur kehidupan kawasan kita, yaitu jalur distribusi dan perdagangan. Kita harus menyadari bahwa kawasan kita memiliki jalur perdagangan strategis yang melintasi wilayah perairan kita, dan kita harus berhati-hati agar tidak terjadi gangguan di kawasan kita sendiri," ujar Prabowo dalam sesi pleno KTT ke-48 ASEAN di Filipina, Jumat (8/5/2026).
Bertalian dengan itu, negara-negara ASEAN perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan pada jalur perdagangan dan distribusi energi global, khususnya yang melintasi kawasan Asia Tenggara.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi kawasan saat ini tidak dapat ditangani masing-masing negara secara individual, tapi harus dihadapi secara kolektif oleh ASEAN.
Baca Juga: RI-Filipina Bentuk Koridor Nikel ASEAN, Kuasai 73 Persen Pasokan Global
"Ini bukan tantangan yang dapat ditangani oleh satu negara saja. ASEAN harus bertindak bersama," ucapnya.
Dia menegaskan, ASEAN harus memperkuat solidaritas dan kerja sama regional agar tetap menjadi kawasan yang aman, stabil, dan mampu memprioritaskan perlindungan warga negaranya.
"Dalam melindungi warga negara kita, ASEAN harus berbicara dalam satu suara. Kita harus meminta semua pihak untuk menjunjung hukum internasional dan mendorong akuntabilitas terhadap setiap pelanggaran. Ini adalah momentum bagi ASEAN untuk menunjukkan pengaruhnya. Kita harus memiliki suara politik kolektif yang kuat," kata dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9Komisi III DPR Berkomitmen All Out Jadikan RUU Perampasan Aset Super Prioritas
- 10KPK Geledah Kantor BPN Mojokerto, Cari Bukti Baru Kasus ATR/BPN








