Bakom RI Siapkan Strategis Lebih Agresif Lawan Disinformasi, Fitnah dan Kebencian

AKURAT.CO Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat komunikasi publik, guna memastikan pesan dan tujuan dari berbagai program besar yang dicanangkan Presiden dapat tersampaikan dengan akurat kepada masyarakat di seluruh penjuru tanah air.
Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah, Timothy Ivan Triyono, mengungkapkan bahwa penguatan ini merupakan instruksi langsung dari Kepala Negara.
Fokus utama saat ini adalah memastikan publik memahami latar belakang dan alasan di balik lahirnya kebijakan-kebijakan strategis, yang memiliki dampak luas bagi kehidupan sosial dan ekonomi rakyat Indonesia.
Baca Juga: Prabowo Bakal Hadiri Peringatan Hari Buruh di Monas, Bakom: Pemerintah Berdiri Bersama Buruh
"Nah, terkhusus untuk Badan Komunikasi Pemerintah. Pak Kepala Bakom, Pak Qodari ditugaskan khusus oleh Pak Presiden untuk memperkuat komunikasi publik pemerintah," ujar Timothy saat berbicara di salah satu acara stasiun televisi nasional, dikutip Jumat (1/5/2026).
Langkah ini juga menjadi bentuk evolusi dari lembaga komunikasi pemerintah yang sebelumnya dikenal sebagai Presidential Communication Office (PCO).
Sejak resmi bertransformasi menjadi Bakom RI pada 17 September 2025, lembaga ini dituntut untuk bekerja lebih lincah dalam mengelola arus informasi di tengah dinamika media yang sangat cepat.
Pemerintah menyadari bahwa tantangan komunikasi saat ini semakin kompleks dengan maraknya hoaks dan berita bohong.
Oleh karena itu, Bakom RI berkomitmen untuk mengambil posisi yang lebih proaktif guna menangkal sebaran informasi yang dapat menyesatkan persepsi publik terhadap kinerja serta kebijakan pemerintah pusat.
"Ya tentu kan kita ini harus lebih inisiatif. Harus lebih agresif. Artinya sekarang ini banyak DFK yang muncul. Disinformasi, fitnah dan kebencian itu muncul di media ya. Baik media mainstream maupun media sosial. Dan kita sebagai pemerintah juga enggak boleh kalah dengan DFK yang muncul di publik ini," tegasnya.
Baca Juga: Jadi Kepala Bakom, Qodari: Tugas Berat, Doa Saya Tambah Panjang
Timothy menambahkan, strategi agresif ini sangat krusial mengingat Presiden memiliki banyak program baru dengan alokasi anggaran yang signifikan.
Menurutnya, Bakom RI berperan sebagai jembatan informasi untuk menjelaskan kaitan antara kebijakan yang diambil dengan manfaat nyata yang akan diterima masyarakat dalam jangka pendek maupun panjang.
Sejumlah program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah rakyat, hingga pengecekan kesehatan gratis menjadi sorotan utama yang perlu dikomunikasikan secara mendalam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November







