Kiai Rembang Ingatkan Muktamar Harus Bersih dari Politik Praktis

AKURAT.CO Pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi As-Syar’iyati (MIS) Sarang, Rembang, Achmad Rosikh Roghibi, mengingatkan agar pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama dijauhkan dari kepentingan politik praktis dan kepentingan ekonomi kelompok tertentu.
Ia menegaskan, muktamar merupakan forum sakral yang menentukan arah organisasi, sehingga seluruh keputusan harus berpihak pada kepentingan umat.
“NU ini berdiri di atas fondasi perjuangan para ulama. Kalau Muktamar sudah disusupi kepentingan politik dan kepentingan materi, maka arah perjuangan NU akan menyimpang dari khittahnya,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga: Jelang Muktamar NU ke-35, Muncul Lima Poros Paslon, Siapa Terkuat?
Rosikh juga mendorong agar kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali dipegang oleh dzuriyah muassis atau keturunan pendiri NU. Menurutnya, faktor genealogis tersebut tidak sekadar simbolik, tetapi berkaitan dengan tanggung jawab moral dalam menjaga nilai-nilai dasar organisasi.
“Sudah saatnya PBNU kembali dipimpin oleh dzuriyah muassis yang memahami betul ruh perjuangan NU. Ini bukan soal eksklusivitas, tapi soal menjaga kesinambungan nilai dan amanah para pendiri,” katanya.
Ia menilai masuknya kepentingan politik praktis berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap NU serta menggerus karakter keulamaan yang menjadi fondasi organisasi sejak awal berdiri.
“NU ini didirikan oleh para ulama dengan niat ibadah, bukan untuk kepentingan politik sesaat atau mencari ‘cuan’. Kalau Muktamar sudah dicampuri kepentingan seperti itu, maka ruh keulamaannya akan luntur,” ujarnya.
Baca Juga: PWNU Jatim Ancam Mosi Tidak Percaya Jika PBNU Tak Gelar Muktamar Agustus 2026
Rosikh menekankan pentingnya mengembalikan marwah PBNU sebagai representasi dunia pesantren. Menurut dia, kepemimpinan NU harus tetap berlandaskan nilai keilmuan, akhlak, dan kemandirian ulama dalam menjaga arah perjuangan organisasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






