BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga 11 April 2026, Hujan Lebat Berpotensi Berlanjut

AKURAT.CO Memasuki pertengahan April 2026, masyarakat diminta lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa dampak masa peralihan musim atau pancaroba masih bisa memicu hujan lebat hingga angin kencang di berbagai wilayah Indonesia.
Artinya, meski sudah melewati tanggal 10 April, risiko cuaca ekstrem belum sepenuhnya mereda.
Sebelumnya, BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini untuk periode 9-11 April 2026, di mana sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas atmosfer yang masih cukup aktif di berbagai wilayah serta adanya daerah konvergensi dari Samudra Hindia hingga Laut Arafuru.
Baca Juga: BMKG Pantau Fenomena Godzilla El Nino Akan Melanda Indonesia, Apa Bedanya dengan El Nino Biasa?
Fenomena ini menyebabkan hujan bisa turun secara tiba-tiba, bahkan disertai kilat dan angin kencang.
Daftar Wilayah Terdampak Cuaca Ekstrem
Berdasarkan data dari BMKG, berikut wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem:
Hujan Sedang hingga Lebat
Sumatra: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung
Jawa: Banten, DKI Jakarta, DI Yogyakarta
Kalimantan & Sulawesi: Hampir seluruh wilayah
Papua: Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, Papua Selatan
Wilayah lain: Maluku, Bali, NTB, NTT
Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
9 April 2026: Sumatra Utara, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Maluku
10 April 2026: Sumatra Utara, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Maluku
11 April 2026: Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah
Peringatan Dini Angin Kencang
9 April: Papua
10 April: Papua dan Papua Barat
11 April: Papua, Papua Barat, dan Sumatra Barat
Baca Juga: BMKG Ungkap Kunci Redam Dampak Gempa M 7,6 di Sulut dan Malut
Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa potensi hujan lebat masih bisa berlanjut hingga 16 April 2026.
Beberapa wilayah yang masih berstatus siaga antara lain:
Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat
Maluku
Papua Pegunungan
Selain itu, hujan juga masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah lain seperti Sumatera, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, serta sebagian besar wilayah Indonesia timur.
BMKG mengimbau masyarakat agar selalu memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG.
Masyarakat juga diminta untuk menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan deras disertai angin kencang serta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika terjadi petir dan angin kencang.
Selain itu, pengendara kendaraan juga diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalan dalam kondisi hujan karena permukaan jalan menjadi licin dan jarak pandang dapat berkurang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan






