BMKG Ungkap Kunci Redam Dampak Gempa M 7,6 di Sulut dan Malut

AKURAT.CO Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menegaskan, kecepatan sistem peringatan dini menjadi faktor krusial dalam meminimalkan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Dalam rapat koordinasi lintas kementerian yang digelar secara daring, Faisal mengungkan, BMKG mampu merilis informasi awal gempa hanya dalam hitungan menit setelah kejadian.
“Dalam waktu 2 menit 45 detik, informasi gempa bumi dengan magnitudo 7,6 sudah kami keluarkan,” ujarnya dalam siaran YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kamis (2/4/2026).
Gempa tersebut terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan pusat di laut, sekitar 132 kilometer barat laut Ternate, pada kedalaman 33 kilometer.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami dengan status siaga di sejumlah wilayah, antara lain Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung, dan sebagian Minahasa.
Faisal menjelaskan, sesuai standar operasional prosedur (SOP), sistem peringatan dini tsunami harus disampaikan secara berjenjang dalam waktu singkat agar aparat dan masyarakat dapat segera melakukan evakuasi.
“Kurang dari 3 menit harus ada peringatan awal, kemudian kurang dari 10 menit peringatan tahap kedua, dan dalam 30 hingga 60 menit peringatan tahap ketiga,” jelasnya.
Baca Juga: Israel Tak Patuh PBB, TB Hasanuddin Minta Keanggotaan Indonesia di BOP Dikaji Ulang
Ia menambahkan, sistem peringatan dini Indonesia juga terintegrasi secara internasional.
Informasi gempa tidak hanya disampaikan ke dalam negeri, tetapi juga dikirim ke pusat informasi kawasan seperti ASEAN Earthquake Information Center dan Indian Ocean Tsunami Service Provider dalam waktu cepat.
Meski tinggi gelombang tsunami yang terpantau relatif kecil, yakni sekitar 0,75 meter, Faisal mengingatkan potensi dampak bisa meningkat akibat kondisi geografis wilayah kepulauan.
“Wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara memiliki banyak teluk dan pulau kecil yang dapat memperbesar dampak gelombang,” katanya.
BMKG juga mencatat hingga pukul 12.00 WIB telah terjadi 93 gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 2,8 hingga 5,8.
Ia mengingatkan bahwa aktivitas gempa susulan masih berpotensi berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
“Gempa susulan harus diwaspadai karena dalam beberapa kasus kekuatannya bisa lebih besar dari gempa utama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Faisal menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam penanganan bencana, termasuk keterlibatan Badan Informasi Geospasial dalam memantau perubahan muka air laut.
BMKG juga terus memantau potensi dampak lanjutan, termasuk peningkatan aktivitas gunung api di wilayah Maluku Utara pascagempa.
Di tengah situasi darurat, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.
“Kami mengimbau masyarakat hanya mengacu pada informasi resmi dari BMKG,” tegasnya.
Baca Juga: Isu Paspor Guncang Liga Belanda, 4 Pemain Timnas Indonesia Dibekukan Klub
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 7Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver









