Gibran Tegas Tolak Usulan JK Naikkan Harga BBM: Arahan Prabowo Jaga Subsidi untuk Rakyat

AKURAT.CO Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka merespons usulan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Gibran menegaskan pemerintah menghargai setiap masukan, namun opsi tersebut tidak sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pemerintah menghargai dan memberikan perhatian serius terhadap berbagai masukan yang ada, termasuk dari Bapak Jusuf Kalla terkait usulan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM),” kata Gibran dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).
Menurut Gibran, Presiden Prabowo telah memberikan arahan tegas agar harga BBM bersubsidi tetap dijaga stabil demi melindungi daya beli masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.
“Namun mohon maaf, hal tersebut tidak sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo yang secara jelas dan tegas telah memerintahkan jajarannya untuk menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi agar tetap terjangkau oleh masyarakat kecil,” ujarnya.
Gibran menjelaskan, pemerintah saat ini tengah fokus melakukan efisiensi dan refocusing anggaran sebagai langkah untuk melindungi masyarakat dari dampak lanjutan jika harga BBM naik.
“Pemerintah bertekad melakukan efisiensi dan refocusing anggaran untuk melindungi masyarakat lapisan bawah agar tidak terbebani efek berantai dari kenaikan harga BBM seperti kenaikan harga bahan pokok, biaya transportasi, dan lain-lain,” jelasnya.
Baca Juga: Prabowo Yakin Indonesia Bangkit, Tahun Depan Janjikan Kejutan untuk Dunia
Selain menjaga harga BBM, pemerintah juga terus mempercepat transisi energi melalui pengembangan kendaraan listrik dan pemanfaatan energi terbarukan.
Gibran mencontohkan, komitmen tersebut terlihat dari kunjungan Presiden Prabowo ke Magelang, Jawa Tengah, untuk meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik bus dan truk milik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, bagian dari Bakrie Group.
“Selain itu, akselerasi transisi menuju penggunaan kendaraan listrik dan energi terbarukan juga terus didorong. Hari ini Bapak Presiden melakukan kunjungan ke Magelang untuk meresmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Listrik, sebagai salah satu bentuk keseriusan pemerintah,” tegasnya.
Sebelumnya, Jusuf Kalla mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan kenaikan harga BBM di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Menurut JK, subsidi energi yang terus dipertahankan berpotensi memperbesar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta menambah beban utang pemerintah.
“Kita minta agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi. Karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga,” ujar Jusuf Kalla.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon










