Keamanan Jemaah Jadi Prioritas, Keputusan Keberangkatan Haji Tunggu Perkembangan Situasi

AKURAT.CO Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan pemerintah menempatkan faktor keamanan dan keselamatan jemaah sebagai pertimbangan utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Hingga saat ini, persiapan keberangkatan jemaah haji Indonesia masih berjalan sesuai jadwal sambil menunggu perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.
Irfan mengungkapkan, dirinya telah bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto untuk membahas perkembangan penyelenggaraan ibadah haji.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden menekankan bahwa keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan.
“Pak Presiden pada intinya menyampaikan bahwa pertimbangan utama adalah keamanan dan keselamatan jemaah haji. Itu yang harus kita utamakan,” ujar Irfan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan hingga saat ini pemerintah belum mengambil keputusan terkait kemungkinan perubahan jadwal atau keberangkatan jemaah haji.
Keputusan tersebut akan ditentukan oleh Presiden setelah melihat perkembangan situasi di lapangan.
“Berangkat atau tidak nanti yang memutuskan Presiden, dengan pertimbangan utama keamanan dan keselamatan jemaah,” katanya.
Menurut Irfan, pemerintah terus memantau situasi di kawasan Timur Tengah dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri.
“Keputusan nantinya diambil berdasarkan perkembangan situasi serta masukan dari Kementerian Luar Negeri dan instansi terkait lainnya,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan seluruh persiapan penyelenggaraan haji masih berjalan sesuai rencana.
Baca Juga: Jalan Pantura Jadi Perhatian, Pemerintah Pastikan Jalur Mudik Siap Dilalui
Pemerintah Arab Saudi juga terus berkomunikasi dengan Indonesia terkait kesiapan layanan bagi jemaah.
“Sampai hari ini kita asumsikan semuanya berjalan baik. Kementerian Haji Arab Saudi juga menyampaikan bahwa persiapan di sana berjalan dengan baik,” ujarnya.
Irfan menambahkan pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah skenario cadangan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan situasi.
Namun ia tidak merinci skenario tersebut kepada publik agar tidak menimbulkan kekhawatiran di kalangan calon jemaah.
“Tentu ada berbagai rencana yang sudah kami siapkan dan juga sudah kami sampaikan kepada DPR,” katanya.
Terkait pengelolaan dana haji, Irfan memastikan dana yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di dalam negeri dalam kondisi aman.
Jika nantinya terjadi perubahan kebijakan, pemerintah akan membahas langkah selanjutnya bersama DPR.
“Dana BPKH yang berada di dalam negeri tetap aman karena dikelola di Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menyebut kemungkinan mekanisme pengembalian dana atau refund akan dibahas lebih lanjut melalui proses negosiasi jika diperlukan.
Namun pemerintah berharap situasi segera membaik sehingga penyelenggaraan ibadah haji dapat berjalan sesuai rencana.
“Hari ini semuanya masih berjalan sesuai jadwal, belum ada perubahan. Mudah-mudahan semuanya tetap berjalan baik sampai hari H,” tegas Irfan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK










