Presiden Beri Arahan di Rapim TNI-Polri, Tekankan Profesionalisme dan Kepentingan Rakyat

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada para peserta Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2026).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan, Rapim TNI-Polri 2026 menjadi momentum penting untuk konsolidasi serta penguatan sinergi kedua institusi dalam menjaga stabilitas nasional dan mendukung agenda strategis pemerintah.
Melalui forum tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa TNI dan Polri harus senantiasa berorientasi pada kepentingan masyarakat dalam menjalankan tugas dan kewenangannya.
“Sebagai Panglima Tertinggi TNI dan Polri, Bapak Presiden memberikan pengarahan agar TNI dan Polri menjadi institusi yang kuat, profesional, dan berkarakter sebagai tentara rakyat serta polisi yang dicintai rakyat,” ujar Prasetyo kepada wartawan.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran TNI-Polri yang selama lebih dari satu tahun masa pemerintahannya terus menjadi garda terdepan dalam membantu dan menyukseskan berbagai program pemerintah.
Baca Juga: Kepuasan Publik Nyaris 80 Persen, NasDem: Wacana Prabowo Dua Periode Masuk Akal
“Seluruh program tersebut selalu berorientasi pada kepentingan rakyat, kepentingan bangsa, dan kepentingan negara, di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” lanjut Prasetyo.
Selain itu, Presiden Prabowo turut menekankan pentingnya memperkuat persatuan dan soliditas TNI-Polri dalam memperjuangkan kepentingan nasional.
“Presiden menegaskan agar TNI dan Polri terus merapatkan barisan, terus melakukan perbaikan internal, serta tetap bersatu demi kepentingan bangsa dan negara,” tegasnya.
Rapat Pimpinan TNI-Polri 2026 ini diikuti lebih dari 650 peserta yang terdiri atas unsur TNI, Polri, serta para menteri terkait.
Kehadiran lintas institusi tersebut mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam mempererat koordinasi dan sinergi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









