Akurat

Jelang Teken Kesepakatan Tarif dengan AS, Prabowo Kumpulkan Menteri Bidang Ekonomi di Hambalang

Moehamad Dheny Permana | 15 Februari 2026, 20:51 WIB
Jelang Teken Kesepakatan Tarif dengan AS, Prabowo Kumpulkan Menteri Bidang Ekonomi di Hambalang

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, memanggil sejumlah menteri terkait bidang ekonomi ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/2/2026). 

Beberapa menteri yang hadir, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto; Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa; Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani; serta Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. 

Pertemuan yang berlangsung pada sore hari tersebut difokuskan pada penguatan strategi Indonesia dalam menghadapi dinamika dan perundingan ekonomi global. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan penegasan terkait arah dan prinsip yang harus dipegang pemerintah dalam setiap perundingan ekonomi internasional. 

Baca Juga: PDIP Minta Prabowo Konsisten dengan Politik Bebas Aktif di KTT BoP Charter

Kepala Negara menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap langkah diplomasi ekonomi benar-benar berpihak pada kepentingan nasional.

Sebagaimana diketahui, dalam waktu dekat Presiden Prabowo dijadwalkan akan menekan kesepakatan dengan Amerika Serikat terkait dengan tarif dagang yang telah dinegosiasikan jauh sebelumnya. 

"Memastikan posisi yang diambil Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi dengan siapapun, khususnya dalam waktu dekat dengan Amerika Serikat adalah yang terbaik dan paling menguntungkan untuk Indonesia," tulis Teddy.

Menurutnya, Presiden Prabowo juga menekankan bahwa perundingan ekonomi tidak boleh semata-mata bersifat transaksional jangka pendek, melainkan harus berdampak langsung pada penguatan struktur ekonomi nasional. 

Dalam hal ini, peningkatan produktivitas industri dalam negeri dan penguatan rantai pasok global menjadi prioritas utama. "Presiden menginginkan perundingan harus sebanyak-banyaknya meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat global supply chain atau rantai pasok industri," ungkapnya.

Baca Juga: UMKM Jabar Sambut Rencana Gentengisasi Gagasan Presiden Prabowo

Lebih lanjut, Teddy menyebut Presiden Prabowo menegaskan bahwa setiap kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah harus berorientasi pada hasil konkret yang dapat dirasakan oleh bangsa dan negara. 

"Presiden Prabowo menginginkan setiap kebijakan yang diambil harus sesegera dan sebanyak mungkin memberi keuntungan konkret untuk Indonesia," pungkasnya. 

Pertemuan di Hambalang tersebut menegaskan komitmen Presiden Prabowo bahwa diplomasi ekonomi Indonesia harus berdaulat, strategis, dan menguntungkan bagi kepentingan nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.