Akurat

Tidak Dipangkas untuk MBG, Anggaran Pendidikan Tahun 2026 Justru Naik

Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto | 20 Februari 2026, 19:29 WIB

AKURAT.CO Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sama sekali tidak memangkas anggaran pendidikan nasional tahun 2026.

Demikian dikatakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraaan Program MBG di Provinsi Jawa Timur.

"Anggarannya malah lebih besar setelah ada MBG karena akan ditambah presiden. Makanya Kemendikdasmen mengajukan ABT (Anggaran Biaya Tambahan)," katanya.

Menurut Mendikdasmen, saat ini sebanyak 43 juta penerima manfaat MBG merupakan murid sekolah. Karena itu, Kemendikdasmen juga mendukung Program MBG guna memberikan semangat belajar dan penguatan karakter para siswa.

"Ini juga sejalan dengan program kami yang juga mendukung program kami yang ketujuh Indonesia hebat, yaitu makan makanan sehat dan bergizi," ujarnya.

Kemendikdasmen tetap memiliki alokasi yang besar untuk peningkatan mutu pendidikan. Seperti halnya Anggaran Biaya Tambahan (ABT) adalah alokasi tambahan dalam APBN tahun berjalan yang bersifat mendesak.

Mendikdasmen membandingkan beberapa anggaran besar di Kemendikdasmen tahun 2025 dan tahun 2026.

Baca Juga: Komisi X DPR: Program MBG Belum Terbukti Pakai Anggaran Pendidikan

Pada 2025 Kemendikdasmen mendapat alokasi Rp16,9 triliun untuk revitalisasi satuan pendidikan, yang diterapkan untuk 16.176 satuan pendidikan. Saat ini satuan pendidikan yang sudah selesai pembangunannya mencapai 93 persen.

Program kedua adalah digitalisasi. Kemendikdasmen telah memberikan bantuan Interaktif Flat Panel (IFP) atau PID (Panel Interaktif Digital) untuk 288.860 satuan pendidikan. IFP adalah teknologi pembelajaran interaktif yang digunakan untuk menulis, menggambar, berkolaborasi, serta terintegrasi dengan LMS dan sumber belajar digital.

Sedangkan di tahun 2026, Kemendikdasmen juga sudah mengaloaksikan anggaran untuk revitalisasi satuan pendidikan. Saat ini anggaran yang sudah tercantum di APBN sebesar Rp14 triliun lebih. Anggaran itu akan dialokasikan untuk 11 ribu lebih satuan pendidikan.

"Tidak ada pengurangan dana dari pemerintah untuk peningkatan kualitas pendidikan," katanya.

Untuk Program Indonesia Pintar (PIP) jumlahnya juga tidak dikurangi. PIP adalah bantuan sosial berupa dana pendidikan yang diberikan pemerintah kepada peserta didik dari keluarga tidak mampu. Dengan sasaran PIP adalah anak-anak sekolah dari jenjang SD, SMP hingga SMA atau sederajat, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB).

"PIP diberikan untuk mendukung biaya sekolah seperti pembelian buku, perlengkapan sekolah, biaya ekstrakurikuler, dan kebutuhan pendidikan lainnya," ujar Mendikdasmen.

"Untuk 2026 ini ada (tambahan) dana PIP untuk murid TK sebanyak Rp450 ribu per tahun. Tahun ini akan kita alokasikan untuk 888 ribu murid TK di seluruh Indonesia," tambahnya.

Baca Juga: Kemenag: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk Program MBG

Selain itu, tahun ini akan dilakukan pelatihan guru yang dialokasikan untuk beasiswa untuk guru yang belum D4 atau S1 sebanyak 150 ribu orang. Dengan alokasi beasiswa sebesar Rp3 juta per semester.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan setiap satuan pendidikan akan mendapat tambahan IFP sebanyak dua-tiga unit. Pada tahun 2026 akan didistribusikan IFP untuk lebih dari 325 ribu satuan pendidikan.

"Saat Hari Guru, Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa akan ada tambahan anggaran revitalisasi untuk 60 ribu satuan pendidikan. Sehingga total kalau sudah masuk ke dalam APBN, kami usulkan, tahun ini kita akan ada revitalisasi untuk 71 ribu sekian satuan pendidikan," jelas Mendikdasmen, melalui keterangan resmi, Jumat (20/2/2026).

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.