Akurat

Prabowo Kasih Paham Pengusaha Besar AS: Indonesia Bukan Lagi Raksasa yang Tertidur

Moehamad Dheny Permana | 21 Februari 2026, 19:29 WIB
Prabowo Kasih Paham Pengusaha Besar AS: Indonesia Bukan Lagi Raksasa yang Tertidur



AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto memastikan saat ini Indonesia bukan lagi negara raksasa yang tertidur.

Hal itu ditegaskan Presiden Prabowo dalam pertemuan dengan 12 perusahaan investasi terbesar dunia di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (21/2/2026).

"Bapak Presiden menyampaikan di awal bahwa selama ini mungkin Indonesia dikenalnya as a sleeping giant tapi we're not sleeping anymore. Now is time kita bangun dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan perekonomian di Indonesia," ujar CEO Danantara, Rosan Roeslani.

Dia mengatakan, pertemuan yang semula dijadwalkan berlangsung satu jam itu berjalan hampir dua jam karena diskusi berjalan produktif.

Total aset kelolaan (asset under management/AUM) dari 12 perusahaan yang hadir mencapai sekitar USD16 triliun.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memaparkan arah kebijakan Indonesia ke depan. Khususnya langkah-langkah untuk memperkuat iklim investasi dan menjaga stabilitas ekonomi dan politik.

Baca Juga: Diplomasi Prabowo di AS Pangkas Tarif hingga 19 Persen, 1.819 Produk RI Dapat Bebas Bea

"Diskusinya tadi cukup panjang, kurang lebih hampir dua jam dari tadinya hanya diperkirakan satu jam karena diskusinya very fruitful, very productive," ujar Rosan.

Menurut Rosan, setelah paparan Prabowo, pertemuan dilanjutkan dengan sesi one on one bersama masing-masing perusahaan.

Para investor memberikan masukan, termasuk terkait konsistensi kebijakan, rule of law, pengembangan pasar modal, serta pengelolaan risiko yang terukur.

Ia menyebut, para investor juga menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan-kebijakan yang telah dijalankan pemerintah.

"Mereka juga menyatakan dan memuji kebijakan-kebijakan Bapak Presiden yang selama ini sudah dilakukan yang membuat mereka sekarang melihat Indonesia itu lebih besar," tuturnya.

Rosan menambahkan, dari diskusi tersebut muncul sejumlah potensi kerja sama di berbagai sektor strategis, antara lain teknologi, energi terbarukan (renewable energy), infrastruktur, real estate, serta ekonomi digital.

Harapannya, kerja sama itu juga mencakup transfer of knowledge. Selain itu, ada pula ketertarikan investor untuk mendukung pengembangan kewirausahaan dan dunia usaha di Indonesia.

Adapun, 12 pengusaha yang hadir tersebut yakni Todd L. Boehly, CEO Eldridge Industries yang juga pemilik klub Liga Inggris Chelsea dan klub basket LA Lakers, serta Armen Panossian, CEO Oaktree sekaligus pemilik klub Italia Inter Milan.

Selain itu, hadir pula Matt Harris dari BlackRock Founding Partners dan Global Infrastructure Partners; Martin Escobari, Co-President sekaligus Head of Global Growth Equity General Atlantic; Al Rabil, CEO Kayne Anderson; Neil R. Brown, Managing Director Global Institute Infrastructure KKR; Michael Weinberg, Chairperson of the Investment Committee Levine Leichtman Capital Partners (LLCP); Justin Metz, Managing Partner Related Fund Management (RFM); Luke Taylor, Co-President Stonepeak; Nabil Mallick, COO Thrive Capital; Jeffrey Perlman, CEO Warburg Pincus; serta Seth Bernstein dari Bernstein Equity Partners.

Baca Juga: Prabowo Temui Deretan Investor Elite AS, Pemilik Klub Top Eropa Ikut Duduk Semeja

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.