Pemerintah Diminta Perketat Seleksi Penerima LPDP, Harus Lahirkan Kontribusi Nyata ke Negara

AKURAT.CO Komisi XI DPR RI menilai, polemik pernyataan salah satu penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) harus menjadi momentum evaluasi tata kelola program, bukan sekadar respons atas isu sesaat.
Sebagai mitra pengawasan kebijakan fiskal, Komisi XI DPR mendorong penguatan sistem seleksi dan pemantauan penerima beasiswa agar tidak hanya berbasis capaian akademik, tetapi juga komitmen kebangsaan serta orientasi pengabdian pascastudi.
"Beasiswa LPDP bukan hanya soal biaya kuliah. Ini adalah investasi masa depan Indonesia. Di dalamnya ada amanah pengabdian," ujar Anggota Komisi XI DPR, Habib Idrus Al Jufri, dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).
Baca Juga: Genjot Kualitas SDM, Pemerintah Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP di 2026
Legislator PKS itu menegaskan, seluruh pembiayaan LPDP bersumber dari Dana Abadi Pendidikan yang dikelola negara sebagai bagian dari strategi fiskal jangka panjang. Dana tersebut mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, hingga fasilitas pendukung lain bagi para penerima.
"Setiap penerima beasiswa LPDP menerima dukungan pembiayaan yang tidak kecil, mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, hingga fasilitas pendukung lainnya. Seluruhnya dibiayai oleh uang rakyat dan dirancang untuk melahirkan kontribusi nyata baik dalam bentuk keilmuan, kebijakan, inovasi, maupun pengabdian sosial setelah studi selesai," ujarnya.
Dia mengingatkan, pernyataan publik yang dinilai meremehkan ikatan kebangsaan berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan Dana Abadi Pendidikan. Padahal menurutnya, legitimasi publik menjadi fondasi utama keberlanjutan program.
Dia menekankan bahwa negara menghormati dinamika global dan pilihan personal setiap individu. Namun, penerima beasiswa negara diharapkan menjaga sikap yang mencerminkan tanggung jawab moral kepada bangsa.
Menurutnya, di tengah kompetisi global yang semakin ketat, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu posisi Indonesia. Dana Abadi Pendidikan yang kini nilainya telah mencapai ratusan triliun rupiah dirancang untuk memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kepemimpinan global.
Baca Juga: Siapa Dwi Sasetyaningtyas? Alumni LPDP yang Diminta Kembalikan Dana Beasiswa
"Penguatan tata kelola, transparansi, dan mekanisme pemantauan kontribusi alumni menjadi bagian dari upaya menjaga agar investasi besar negara ini benar-benar berdampak pada peningkatan daya saing Indonesia," katanya.
Habib menambahkan, mobilitas internasional adalah keniscayaan di era globalisasi. Namun, kesempatan tersebut harus dimaknai sebagai ruang untuk menimba ilmu sekaligus membawa nilai tambah bagi Indonesia.
"Dana Abadi Pendidikan adalah amanah rakyat sekaligus strategi masa depan. Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola menjadi investasi produktif untuk kemajuan Indonesia di panggung dunia," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






