Akurat

Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 23 Februari 2026

Titania Isnaenin | 23 Februari 2026, 12:01 WIB
Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 23 Februari 2026
Kalender Hijriah 23 Februari 2026.

AKURAT.CO Kalender Hijriah hari ini, Senin (23/2/2026), menunjukkan tanggal yang berbeda tergantung pada lembaga yang merujuknya.

​Kementerian Agama (Kemenag) dan Nahdlatul Ulama (NU) menetapkannya sebagai 5 Ramadhan 1447 H, sementara Muhammadiyah menentukannya sebagai 6 Ramadhan 1447 H.​

Perbedaan ini terjadi karena metode penetapan awal bulan yang berbeda antara masing-masing organisasi. 

Penetapan Tanggal Hijriah 23 Februari 2026

Hari Senin, 23 Februari 2026, dalam kalender Masehi memiliki tanggal Hijriah yang berbeda-beda tergantung pada acuan organisasi Islam di Indonesia.

​Perbedaan ini merupakan hal yang umum dalam penanggalan Islam di Indonesia karena adanya perbedaan kriteria dan metode.

Menurut Kementerian Agama (Kemenag)

​Berdasarkan konversi kalender Hijriah 2026 yang disusun oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, Senin, 23 Februari 2026, bertepatan dengan tanggal 5 Ramadhan 1447 H.

​Kemenag menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, melalui sidang isbat yang diselenggarakan pada Selasa, 17 Februari 2026.

​Penentuan ini didasarkan pada kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. ​

Jika hilal tidak terlihat, bulan sebelumnya (Syaban) digenapkan menjadi 30 hari melalui metode istikmal.

Menurut Nahdlatul Ulama (NU)

​Nahdlatul Ulama (NU) juga menetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada Kamis, 19 Februari 2026. ​

Penetapan ini berdasarkan hasil rukyatul hilal bil fi'li (pengamatan langsung hilal) dan jika hilal tidak terlihat, bulan Syaban akan digenapkan menjadi 30 hari.

​Oleh karena itu, NU mengonversi 23 Februari 2026 menjadi 5 Ramadhan 1447 H, sama dengan penetapan pemerintah.

Menurut Muhammadiyah

​Berbeda dengan Kemenag dan NU, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

​Penetapan ini didasarkan pada prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang berarti 1 hari 1 tanggal di seluruh bagian Bumi. ​

Menurut Muhammadiyah, 23 Februari 2026 dikonversi menjadi 6 Ramadhan 1447 H.

​Perbedaan ini timbul karena Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal dan prinsip Matlak Global, di mana jika ijtimak (konjungsi) sudah terjadi dan bulan berada di atas ufuk saat matahari terbenam, maka keesokan harinya sudah dianggap masuk bulan baru tanpa perlu menunggu observasi mata telanjang (rukyat).

Perbedaan Sistem Penanggalan

​Perbedaan utama antara kalender Masehi dan Hijriah terletak pada acuannya.

​Kalender Masehi mendasarkan perhitungannya pada peredaran Bumi mengelilingi Matahari (kalender solar), sedangkan kalender Hijriah mengacu pada peredaran Bulan mengelilingi Bumi (kalender lunar). ​

Akibatnya, jumlah hari dalam setahun pada kedua kalender tersebut tidak sama. ​Kalender Masehi memiliki 365,2222 hari dalam setahun, dibagi menjadi 12 bulan dengan jumlah hari bervariasi. ​

Sementara itu, kalender Hijriah memiliki 12 kali siklus sinodis bulan atau 12 kali fase bulan yang sama dengan rata-rata 29,53 hari per bulan, sehingga umur bulan Hijriah terkadang 29 hari dan terkadang 30 hari. ​

Ini menyebabkan total hari dalam setahun Hijriah terkadang 354 hari dan terkadang 355 hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.