Dorong Daya Saing Global, Guru di Sekolah Garuda Harus Bisa Bahasa Inggris

AKURAT.CO Pemerintah mengharuskan semua guru dari mata pelajaran (mapel) di Sekolah Garuda harus bisa berbahasa Inggris. Hal ini menjadi standar penting yang harus dipenuhi oleh guru yang ingin mengajar di sekolah garuda.
Meski demikian, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengatakan kebijakan ini akan dilakukan bertahap dengan melihat kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan penguatan kapasitas guru.
"Nanti kita akan lihat ya (kondisi di lapangan), harapannya sih nanti dia akan berbahasa Inggris. Tapi kan ini baru pertama, kita akan lihat seperti apa ketersediaan SDM-nya," kata Brian usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, di Gedung DPR/MPR RI, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Ciptakan Generasi Berdaya Saing Global, Pemerintah Bakal Rekrut Guru Terbaik untuk Sekolah Garuda
Menurutnya, dari penelusuran awal yang dilakukan tidak sedikit guru mapel di daerah yang juga memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang cukup baik. Karenanya, dia pun meyakini adaptasi dan proses yang dilakukan tidaklah dimulai dari dasar.
"Setelah kami cek juga tidak sedikit guru-guru mapel itu yang memiliki bahasa Inggris yang baik," ucapnya.
Dalam proses peningkatan kualitas pengajar, pihaknya juga menyiapkan skema pendampingan melalui kolaborasi antara Sekolah Garuda dengan perguruan tinggi (PT), untuk melakukan peningkatan kapasitas dan juga kompetensi serta kemampuan bahasa.
"Sekolah-sekolah ini akan didampingi kampus-kampus yang ada yang terdekat dari situ, sehingga nanti upgrading guru itu juga bisa dilakukan oleh kampus-kampus tersebut," jelasnya.
Brian juga akan menerapkan fleksibilitas dengan menerapakan kelulusan berjenjang dan kesiapan akademik jika ingin melanjutkan ke luar negeri. "Kita akan buat bertahap, barangkali tidak harus langsung Sekolah Garuda itu nanti langsung ke luar negeri, memang ada yang kalau memang sudah layak sudah siap tidak apa-apa langsung ke luar negeri," ucapnya.
Baca Juga: Pemerintah Target Pembangunan 4 Sekolah Garuda Rampung Sebelum Tahun Ajaran Baru 2026
Sedangkan, bagi siswa yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi kualifikasi internasional namun memiliki potensi kuat, pemerintah menyiapkan skema pendidikan ganda (double degree) melalui kerja sama kampus dalam dan luar negeri.
"Ada yang misalnya masih belum memenuhi kualifikasi tetapi sudah baik, kita akan salurkan modelnya double degree juga. Misalnya ada yang ke UI nanti dengan kampus di Australia, Melbourne. Atau dengan ITB, dua tahun di ITB, dua tahun di MIT," ujarnya.
Seluruh skema ini dirancang untuk menjawab arahan Presiden Prabowo Subianto, agar talenta terbaik dari daerah mendapatkan akses dan fasilitasi yang setara untuk berkembang di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









