Akurat

Silaturahmi dengan Pimpinan Ormas Islam dan Tokoh Pesantren, Presiden Prabowo Bahas Kampung Haji hingga LPDU

Atikah Umiyani | 3 Februari 2026, 21:13 WIB
Silaturahmi dengan Pimpinan Ormas Islam dan Tokoh Pesantren, Presiden Prabowo Bahas Kampung Haji hingga LPDU

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bersama pimpinan ormas dan tokoh-tokoh Islam, serta pimpinan pondok pesantren di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Pertemuan ini menjadi forum silaturahmi sekaligus dialog strategis antara Presiden Prabowo dan para pemuka agama yang membahas berbagai isu kebangsaan juga keumatan.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menjelaskan bahwa ini merupakan pertemuan ketiga antara Presiden Prabowo dengan ormas-ormas Islam.

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo dan para tokoh membahas sejumlah isu strategis. Salah satunya mengenai pembangunan kampung haji di Arab Saudi.

"Perkampungan haji, perlu saya sampaikan, bahwa ini keakraban Presiden kita dengan MBS (Muhammad bin Salman), sehingga kita negara yang pertama diberikan kesempatan untuk membeli properti yang ada di Kota Makkah dan Madinah. Tidak ada satu negara pun yang mendapatkan hal seperti ini selain Indonesia," jelasnya.

Baca Juga: Menlu Pastikan Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Islam Fokus Bahas Keanggotaan Board of Peace

Menurut Menag, pemerintah Arab Saudi juga telah memberikan keputusan resmi yang memungkinkan warga negara asing untuk membeli properti berupa tanah dan hotel di Makkah dan Madinah. Indonesia telah memperoleh lahan yang cukup luas untuk perkampungan haji.

"Kita sudah mendapatkan lahan yang cukup luas, itu mungkin hampir sekitar 60 hektare nanti, antara satu sampai tiga kilometer dari Kabah. Tapi nanti akan ada terowongan yang menghubungkan Masjidil Haram dengan perkampungan Indonesia itu," katanya.

Tidak hanya perkampungan haji, dalam pertemuan tersebut turut dibahas terkait pengembangan Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU) sebagai instrumen penguatan ekonomi keumatan.

Menag menyampaikan bahwa pengelolaan dana umat ke depan akan didorong agar lebih profesional dan transparan, serta berorientasi pada kemaslahatan umat.

"Nanti mungkin akan ada semacam sentuhan-sentuhan manajemen dari para profesional, sehingga dengan demikian efisiensi, efektif akan kita himpun dana-dana umat itu sendiri untuk mereka sendiri," ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Ajak Inggris Bangun Kampus di RI, Hilman: Jangan Sampai Ganggu Perguruan Tinggi Swasta

Pada pertemuan tersebut, Menag menyebut Presiden Prabowo membuka ruang komunikasi dan diskusi bersama para tokoh agama.

"Bapak Presiden menyetujui akan adanya komunikasi intensif dengan para tokoh-tokoh agama. Sangat terbuka tadi. Presiden juga kelihatan sangat menikmati diskusi dengan pimpinan-pimpinan keagamaan terutama para kiai, para ulama, pimpinan pondok pesantren tadi," jelasnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK