Akurat Logo

Gus Yahya Klaim Konflik PBNU Sudah Mereda dalam Harlah 1 Abad NU

Fajar Rizky Ramadhan | 1 Februari 2026, 07:47 WIB
Gus Yahya Klaim Konflik PBNU Sudah Mereda dalam Harlah 1 Abad NU

AKURAT.CO Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyatakan konflik internal PBNU yang sempat mencuat sejak akhir 2025 kini telah mereda. Hal itu disampaikannya saat peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Masehi Nahdlatul Ulama di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Yahya mengatakan, polemik yang ditandai dengan sikap sejumlah pengurus yang sebelumnya tidak mengakui kepemimpinannya telah berakhir bertepatan dengan momentum satu abad NU.

“Syukur kepada Allah SWT, setelah didahului dengan hujan lebat pagi tadi, dan juga didahului dengan dinamika yang tidak kalah lebatnya, hari ini kita rayakan, kita peringati Harlah 100 tahun Masehi Nahdlatul Ulama sebagai Nahdlatul Ulama yang satu. Alhamdulillah,” kata Yahya dalam sambutannya.

Baca Juga: Gus Yahya Akan Mencalonkan Lagi sebagai Ketum PBNU pada Muktamar NU ke-35?

Meski mengklaim konflik telah usai, peringatan Harlah satu abad NU tidak dihadiri sejumlah tokoh yang sebelumnya berada dalam pusaran konflik. Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar tidak tampak di lokasi. Yahya menyebut ketidakhadiran Miftachul karena alasan kesehatan.

Selain itu, mantan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf juga tidak hadir. Saifullah sebelumnya dicopot dari jabatannya di tengah konflik internal PBNU.

Panitia Harlah ke-100 NU juga mengundang Presiden Prabowo Subianto, namun hingga acara berakhir Prabowo tidak hadir.

Sebelumnya, PBNU menggelar rapat pleno pada Kamis (29/1/2026) sebagai tindak lanjut konflik internal yang melibatkan unsur Syuriyah dan Tanfidziyah. Rapat tersebut menghasilkan kesepakatan islah dan pengembalian struktur kepengurusan PBNU ke formasi yang ditetapkan pada 2024.

Baca Juga: Rais Aam dan Gus Ipul Tak Hadir Harlah 1 Abad NU, PBNU Masih Retak?

Katib Aam Syuriyah PBNU Mohammad Nuh menyebut Rais Aam menerima permintaan maaf dari Yahya Cholil Staquf. Selain itu, rapat pleno juga menyepakati pengembalian Saifullah Yusuf sebagai Sekretaris Jenderal PBNU.

Dengan kesepakatan tersebut, PBNU menyatakan konflik internal organisasi telah diselesaikan secara kelembagaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.