Akurat

Anggaran Riset Naik Jadi Rp12 Triliun, Bukti Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kualitas SDM

Paskalis Rubedanto | 17 Januari 2026, 16:58 WIB
Anggaran Riset Naik Jadi Rp12 Triliun, Bukti Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kualitas SDM

AKURAT.CO Kenaikan anggaran dana riset nasional menjadi Rp12 triliun, dinilai menjadi bukti serius pemerintah dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Inisiatif tersebut dinilai sebagai budaya baru yang positif, dalam tata kelola pemerintahan berbasis data dan keilmuan.

Pertemuan antara Presiden Prabowo dengan 1.200 rektor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi, dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan kaum intelektual.

"Tradisi komunikasi langsung antara kepala negara dan pimpinan akademisi sangat krusial agar informasi mengenai penyelenggaraan pemerintahan dapat tersampaikan secara utuh dan transparan kepada para pemikir bangsa," kata Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).

Baca Juga: Prabowo Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Riset untuk Tingkatkan Pendapatan Negara

Legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menjelaskan, hal ini sejalan dengan peran strategis akademisi dalam konsep kolaborasi Pentahelix yang melibatkan unsur akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media (ABGCM) dalam pembangunan nasional.

Fikri menegaskan bahwa forum semacam ini tidak boleh hanya menjadi acara seremonial, melainkan harus diformat sebagai sarana komunikasi dua arah yang efektif. Dia berharap, para pimpinan perguruan tinggi diberikan ruang yang luas untuk menyampaikan masukan konstruktif secara langsung kepada Presiden Prabowo.

"Masukan dari para pakar ini sangat dibutuhkan untuk memastikan arah kebijakan negara tetap berada di jalur yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah," tuturnya.

Dampak positif dari komunikasi langsung tersebut dinilai sudah terlihat melalui kebijakan konkret terkait anggaran riset. Fikri menyoroti respons cepat Presiden Prabowo yang memberikan perhatian serius terhadap dunia penelitian.

Anggaran dana riset yang semula dialokasikan sebesar Rp8 triliun kini mendapat tambahan sekitar Rp4 triliun, sehingga totalnya mencapai Rp12 triliun. Bagi Komisi X DPR RI, komitmen ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan tinggi untuk terus berinovasi dan memberikan sumbangsih terbaik bagi kemajuan bangsa.

"Kenaikan signifikan ini menunjukkan pemahaman mendalam Presiden bahwa pembangunan negara maju harus memiliki landasan riset yang kuat dan teruji," pungkasnya.

Baca Juga: Riset Ungkap Hampir 90 Persen Serangan Siber Terfokus pada Pencurian Akun

Sebelumnya, Presiden RI, Prabowo Subianto, mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat riset dan inovasi yang berorientasi pada pembangunan industri nasional dan peningkatan pendapatan negara. 

Arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam taklimatnya kepada Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di halaman Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyampaikan bahwa Presiden menekankan pentingnya peran riset dan inovasi sebagai fondasi pembangunan industri berbasis sains dan teknologi. Di era saat ini, salah satu pahlawan bangsa adalah mereka yang mampu melahirkan inovasi dan terobosan nyata.

"Bapak Presiden meminta riset-riset dan inovasi untuk membangun industri dan mengangkat pendapatan negara. Jadi tadi Bapak Presiden menyampaikan bahwa di era dulu perjuangan bangsa kita para pahlawan negara itu adalah orang-orang yang bisa melawan penjajah, membela rakyat dari penjajahan. Nah saat ini pahlawan-pahlawan ini adalah orang-orang yang bisa melakukan inovasi-inovasi, melakukan terobosan-terobosan sehingga bisa meningkatkan pendapatan negara," kata Brian.

Sebagai bentuk dukungan konkret, pemerintah akan menambah alokasi dana riset dan inovasi bagi seluruh perguruan tinggi hingga Rp4 triliun.

"Jadi itu adalah satu bukti, satu gambaran betapa memang Bapak Presiden memberikan amanat yang besar kepada perguruan tinggi, kepada seluruh peneliti, seluruh guru besar untuk memiliki kontribusi yang signifikan bagi kemajuan bangsa kita ke depan," tandasnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.