Akurat

Profil Romo FX Mudji Sutrisno: Jejak Hidup Rohaniwan, Filsuf, dan Budayawan Indonesia

Naufal Lanten | 29 Desember 2025, 13:56 WIB
Profil Romo FX Mudji Sutrisno: Jejak Hidup Rohaniwan, Filsuf, dan Budayawan Indonesia

AKURAT.CO Kabar duka datang di penghujung tahun 2025. Romo Franciscus Xaverius Mudji Sutrisno, SJ—atau lebih dikenal sebagai Romo Mudji Sutrisno—meninggal dunia pada Minggu, 28 Desember 2025, di usia 71 tahun. Kepergian rohaniwan Katolik yang juga dikenal sebagai filsuf, akademisi, dan budayawan ini meninggalkan jejak panjang di dunia intelektual, seni, dan kehidupan publik Indonesia.

Romo Mudji menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Carolus, Jakarta, pada pukul 20.43 WIB setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya. Prosesi penghormatan terakhir pun telah dijadwalkan, mulai dari misa requiem hingga pemakaman di Jawa Tengah.

Sosok Romo Mudji Sutrisno dan Kabar Wafatnya

Informasi wafatnya Romo Mudji dikonfirmasi oleh berbagai pihak, termasuk Jesuit Indonesia dan Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignasius Suharyo. Dalam keterangannya, Kardinal Suharyo menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya seorang rohaniwan yang selama hidupnya mendedikasikan diri pada dunia pendidikan, filsafat, dan kebudayaan.

Jenazah Romo Mudji disemayamkan di Kolese Kanisius, Menteng, Jakarta Pusat, mulai Senin, 29 Desember 2025. Misa Requiem digelar dua kali, yakni pada 29 dan 30 Desember 2025 pukul 19.00 WIB di Kapel Kolese Kanisius. Selanjutnya, prosesi pemakaman akan dilaksanakan pada 31 Desember 2025 di Taman Maria Ratu Damai, Girisonta, Ungaran, Jawa Tengah, didahului dengan perayaan Ekaristi.

Latar Belakang dan Pendidikan Romo Mudji Sutrisno

Romo Mudji Sutrisno lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 12 Agustus 1954. Sejak muda, ia menaruh minat besar pada filsafat, pemikiran manusia, serta relasi antara iman, budaya, dan kehidupan sosial.

Ia menempuh pendidikan tinggi di bidang filsafat hingga meraih gelar doktor dari Universitas Gregoriana, Italia, salah satu perguruan tinggi ternama dunia dalam bidang teologi dan filsafat Katolik. Bekal akademik inilah yang kemudian membentuk cara pandangnya yang khas—mendalam, reflektif, sekaligus membumi.

Kiprah Akademik: Mengajar, Menulis, dan Membentuk Pemikiran

Sepanjang hidupnya, Romo Mudji dikenal sebagai akademisi yang berdedikasi. Hingga akhir hayat, ia tercatat aktif mengajar di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta. Selain itu, ia juga pernah mengajar di Universitas Indonesia (UI) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Bagi Romo Mudji, filsafat bukan sekadar teori, melainkan alat untuk memahami realitas sosial dan kemanusiaan. Hal itu tercermin dari gaya mengajarnya yang dialogis serta tulisan-tulisannya yang sering mengaitkan filsafat dengan budaya, seni, dan kehidupan sehari-hari.

Pernah Menjadi Anggota KPU, Lalu Memilih Mundur

Tak banyak rohaniwan yang terjun langsung ke ranah publik seperti Romo Mudji. Ia pernah dipercaya menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada periode 2001–2003. Namun, di tengah masa jabatannya, Romo Mudji memilih mengundurkan diri.

Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan. Ia ingin kembali fokus pada dunia pendidikan dan pengajaran. Kala itu, Romo Mudji mundur bersama Imam B. Prasodjo, yang juga memilih kembali mengabdi sebagai dosen di institusinya masing-masing.

Keputusan tersebut mencerminkan konsistensi sikap Romo Mudji: keterlibatan dalam urusan publik penting, tetapi pendidikan tetap menjadi panggilan utama hidupnya.

Aktif di Dunia Seni dan Budaya

Selain sebagai rohaniwan dan filsuf, Romo Mudji Sutrisno juga dikenal luas sebagai budayawan dan seniman. Ia aktif melukis, menulis puisi, serta terlibat dalam berbagai pameran seni.

Pada 2018, ia menggelar pameran bertajuk “Kumandang ing Sepi” di Bentara Budaya Balai Soedjatmoko, Solo. Salah satu karya sketsanya yang paling berkesan berjudul “Mengheningi Gandawyuha Borobudur”, yang terinspirasi dari relief Candi Borobudur.

Pada September 2025, beberapa bulan sebelum wafat, ia juga terlibat dalam pameran lukisan “Dari Gereja ke Gereja” yang digelar di Balai Budaya Jakarta, Menteng—menjadi salah satu jejak terakhir kiprahnya di dunia seni.

Deretan Buku dan Karya Tulis Romo Mudji

Sejak 1983, Romo Mudji aktif menuangkan gagasan dan refleksinya melalui tulisan. Ia menulis artikel di media massa, esai filsafat, hingga buku puisi. Beberapa karya yang dikenal luas antara lain:

  • Ziarah Anggur, kumpulan puisi bersama Willy Hangguman

  • Tu(l)ah Kata

  • Ranah Filsafat & Kunci Kebudayaan

  • Sunyi yang Berbisik, yang terbit pada 2020 dan menjadi buku terakhirnya

Melalui karya-karya tersebut, Romo Mudji kerap mengajak pembaca merenungi makna sunyi, iman, kebudayaan, dan kemanusiaan dalam kehidupan modern.

Warisan Pemikiran dan Keteladanan

Kepergian Romo FX Mudji Sutrisno bukan hanya kehilangan bagi Gereja Katolik, tetapi juga bagi dunia akademik, seni, dan kebudayaan Indonesia. Ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati, konsisten pada nilai, serta berani mengambil sikap—baik di ruang kelas, ruang publik, maupun kanvas seni.

Dedikasinya pada pendidikan, keberaniannya terlibat dalam urusan publik, serta kesetiaannya pada dunia seni menjadikan Romo Mudji figur yang lintas bidang dan lintas generasi.

Penutup

Profil Romo Mudji Sutrisno menunjukkan bahwa peran rohaniwan tidak berhenti di altar gereja. Ia hadir di ruang kelas, panggung seni, hingga ranah publik—mewarnai pemikiran dan kebudayaan Indonesia dengan refleksi yang mendalam.

Kalau kamu tertarik mengikuti kisah tokoh-tokoh inspiratif Indonesia dan perkembangan terbaru dunia sosial-budaya, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Profil Adinda Bakrie, Penerus Generasi Ketiga Bakrie Group dan Sosok Perempuan Berpengaruh di Industri Migas

Baca Juga: Profil Anrez Adelio, Aktor Sinetron yang Dituding Hamili Friceilda Prillea hingga Jadi Sorotan Publik

FAQ

Siapa Romo FX Mudji Sutrisno?

Romo FX Mudji Sutrisno adalah rohaniwan Katolik dari Serikat Yesus (SJ) yang dikenal sebagai filsuf, akademisi, budayawan, sekaligus seniman. Ia aktif mengajar filsafat, menulis buku, melukis, serta terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan di Indonesia.

Kapan Romo Mudji Sutrisno meninggal dunia?

Romo Mudji Sutrisno meninggal dunia pada Minggu, 28 Desember 2025, pukul 20.43 WIB di Rumah Sakit Carolus, Jakarta, setelah menjalani perawatan karena sakit.

Berapa usia Romo Mudji Sutrisno saat wafat?

Romo Mudji Sutrisno wafat pada usia 71 tahun. Ia lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 12 Agustus 1954.

Apa penyebab meninggalnya Romo Mudji Sutrisno?

Berdasarkan informasi resmi yang diterima, Romo Mudji Sutrisno meninggal dunia karena sakit setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Carolus, Jakarta.

Di mana jenazah Romo Mudji Sutrisno disemayamkan?

Jenazah Romo Mudji disemayamkan di Kolese Kanisius, Menteng, Jakarta Pusat, mulai Senin, 29 Desember 2025.

Kapan dan di mana misa requiem Romo Mudji Sutrisno dilaksanakan?

Misa requiem untuk Romo Mudji Sutrisno dilaksanakan pada 29 dan 30 Desember 2025, pukul 19.00 WIB, di Kapel Kolese Kanisius, Jakarta.

Kapan dan di mana pemakaman Romo Mudji Sutrisno?

Prosesi pemakaman Romo Mudji Sutrisno dilaksanakan pada 31 Desember 2025 di Taman Maria Ratu Damai, Girisonta, Ungaran, Jawa Tengah, didahului dengan perayaan Ekaristi.

Apa latar belakang pendidikan Romo Mudji Sutrisno?

Romo Mudji Sutrisno merupakan lulusan doktor filsafat dari Universitas Gregoriana, Italia, salah satu universitas terkemuka dalam bidang filsafat dan teologi Katolik.

Di mana saja Romo Mudji Sutrisno pernah mengajar?

Semasa hidupnya, Romo Mudji aktif mengajar di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, serta pernah mengajar di Universitas Indonesia (UI) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Apakah Romo Mudji Sutrisno pernah menjabat di lembaga negara?

Ya, Romo Mudji Sutrisno pernah menjabat sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada periode 2001–2003, sebelum memutuskan mengundurkan diri untuk kembali fokus mengajar.

Karya buku apa saja yang pernah ditulis Romo Mudji Sutrisno?

Beberapa karya buku Romo Mudji Sutrisno antara lain Ziarah Anggur, Tu(l)ah Kata, Ranah Filsafat & Kunci Kebudayaan, serta Sunyi yang Berbisik yang terbit pada 2020.

Selain rohaniwan, apa peran lain Romo Mudji Sutrisno?

Selain sebagai rohaniwan, Romo Mudji Sutrisno dikenal sebagai akademisi, penulis, penyair, pelukis, dan pemerhati sosial-budaya. Ia aktif terlibat dalam pameran seni dan diskursus kebudayaan hingga akhir hayatnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.