Akurat

Lima Hari di Lokasi Bencana Sumatera, Wamensos: Kondisinya Sangat Berat

Atikah Umiyani | 21 Desember 2025, 17:41 WIB
Lima Hari di Lokasi Bencana Sumatera, Wamensos: Kondisinya Sangat Berat

AKURAT.CO Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menceritakan bagaimana kondisi masyarakat di wilayah terdampak bencana Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. 

Agus Jabo yang hampir seminggu di lokasi bencana, mengungkapkan bahwa kondisi di wilayah tersebut sangat berat. Dia berharap, kehidupan masyarakat di wilayah tersebut bisa segera pulih. 

"Saya hampir lima hari di sana, suasananya sedih. Kondisinya sangat berat. Semoga kehidupan di tiga provinsi (terdampak bencana) bisa segera normal, mereka bisa beraktivitas kembali," ujar Agus di hadapan ratusan warga Desa Wanurejo, Magelang, Jawa Tengah, dikutip Minggu (21/12/2025). 

Baca Juga: Percepat Pembangunan Huntap di Sumut, BNPB Verifikasi dan Validasi Data Korban Bencana

Dia juga mengajak masyarakat bergotong-royong membantu korban bencana di tiga provinsi tersebut. Dengan gerakan bersama, proses pemulihan pascabencana akan lebih cepat dan para korban dapat kembali hidup normal.

"Jadi mari kita bersolidaritas dan kita doakan bagi saudara-saudara yang meninggal terdampak banjir, mudah-mudahan mendapat tempat terbaik di sisi Gusti Allah," katanya. 

Selain solidaritas bersama untuk korban bencana, pada kesempatan tersebut Agus juga mengajak masyarakat tidak tergantung pada bantuan sosial dan mengubah mindset untuk dapat mandiri melalui program pemberdayaan.

Baca Juga: Mendagri: 106 Ribu Pakaian Baru Akan Disalurkan ke Warga Terdampak Bencana di Sumatera

"Banyak program-program yang telah dilakukan Kemensos, salah satunya adalah program pemberdayaan. Kita ingin masyarakat bisa mandiri, masyarakat tidak tergantung dengan bantuan sosial, tetapi berdaya dan punya penghasilan sendiri," ujarnya. 

Lebih lanjut, Agus mendorong para kepala desa untuk membantu masyarakat yang membutuhkan mendapatkan bantuan sosial. Namun, untuk masyarakat yang telah naik kelas, harus segera graduasi dan melanjutkan ke program pemberdayaan.

"Mari kita sadar, kita keluar dari program bantuan sosial, supaya bisa digantikan oleh saudara-saudara kita yang lebih membutuhkan, supaya semua masyarakat iso gemuyu," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.