Penunjukan Pj Ketum PBNU Dipersoalkan Kubu Gus Yahya, Syuriyah PBNU: Tak Perlu Khawatir

AKURAT.CO Penunjukan Zulfa Mustofa sebagai penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU terus menuai protes dari kubu Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Namun pihak Syuriyah PBNU menegaskan bahwa rapat pleno yang menetapkan Zulfa sebagai Pj Ketum telah digelar sesuai aturan, memenuhi kuorum, dan karenanya sah secara konstitusi organisasi.
Rais Syuriyah PBNU, Mohammad Nuh, menepis keraguan terkait keabsahan pleno yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025). Ia menjelaskan bahwa kuorum rapat telah terpenuhi sejak awal, sehingga tidak ada alasan untuk menunda pelaksanaan forum.
"Kalau korum, ya kuorum itu dia arti-artinya kuorum itu di ad/art-nya jelas sudah, pleno ya. Itu 50 persen plus satu. Kalau 50 persen plus satu tidak terpenuhi, maka ditunda 30 menit," kata Nuh kepada wartawan, Kamis (11/12/2025).
Baca Juga: Soal Izin Tambang untuk NU, Said Aqil Siroj: Agar Ormas Lumpuh dan Tidak Kritis pada Pemerintah
"Nah, Alhamdulillah kita nggak pake tunda karena dari awal sudah melebihi dari 50 plus satu, yaitu 55,39," sambungnya.
Nuh menegaskan bahwa pihak panitia memiliki data utuh seluruh peserta yang hadir dalam rapat pleno tersebut. Ia menyebut tuduhan tidak terpenuhinya kuorum tidak memiliki dasar mengingat daftar hadir tersedia dan lengkap.
"Daftarnya ada, komplit. Oleh karena itu kalau dinyatakan tidak kuorum, saya kira data yang akan berbicara," ujarnya.
Menurut Nuh, rapat pleno PBNU tidak mengharuskan kehadiran seluruh pengurus. Kehadiran unsur tanfidziyah, syuriyah, serta anggota pleno lainnya sudah memenuhi syarat sebagaimana tertulis dalam AD/ART. Karena itu, ia meminta kubu Gus Yahya tidak perlu cemas dengan legitimasi hasil pleno.
"Gitu ya, sah sudah nggak perlu khawatir. Masa Gus Ipul nggak legitimate. Nggak perlu dipertanyakan lagi," tegasnya.
Sebelumnya, kubu Gus Yahya melalui Sekjen PBNU Amin Said Husni menyatakan bahwa rapat pleno tersebut tidak sah. Ia menyebut pleno bertentangan dengan AD/ART dan mengabaikan arahan para kiai sepuh serta mustasyar yang sebelumnya meminta agar tidak ada pemakzulan ketua umum.
“Rapat Pleno yang diadakan oleh Rais Aam itu jelas sekali mengabaikan seruan mustasyar dan kiai sepuh di Ploso dan Tebuireng. Para kiai sepuh menegaskan bahwa pemakzulan Ketua Umum berlawanan dengan AD/ART,” kata Amin, Rabu (10/12/2025).
Amin juga menyatakan bahwa rapat tersebut tidak memenuhi syarat sebagai forum pleno karena hanya dihadiri sebagian kecil anggota.
Baca Juga: Putra Pendiri NU Tolak Usulan Konsensi Tambang Dikembalikan ke Pemerintah: Itu Hadiah untuk NU
“Yang disebut Rapat Pleno di Hotel Sultan tidak memiliki legitimasi apa pun, karena yang hadir hanya seperempat saja dari anggota pleno. Karena itu, mayoritas anggota menolak,” ujar Amin.
Meski demikian, pernyataan tersebut kembali dibantah oleh Mohammad Nuh. Ia memastikan seluruh proses sudah sesuai aturan organisasi dan hasil rapat pleno tidak perlu diragukan.
Perbedaan pandangan antara kedua kubu ini menambah panjang daftar polemik internal PBNU, terutama terkait legitimasi pergantian kepemimpinan jelang Muktamar 2026. Namun hingga kini, Syuriyah dan pihak pendukung pleno bersikukuh bahwa penunjukan Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum sudah sah dan tidak perlu dipersoalkan lagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








