Akurat

Di KTT G20 Afrika Selatan, Gibran Tegaskan Indonesia Jadi Motor Negara Berkembang

Ahada Ramadhana | 23 November 2025, 08:59 WIB
Di KTT G20 Afrika Selatan, Gibran Tegaskan Indonesia Jadi Motor Negara Berkembang

AKURAT.CO Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, menegaskan, Indonesia menjadi salah satu motor utama kerja sama negara-negara berkembang dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tahun 2025 di Johannesburg, Afrika Selatan, Sabtu (22/11/2025).

Ia menekankan komitmen Indonesia untuk memperjuangkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta akses pembiayaan global yang lebih adil bagi negara berkembang.

“Izinkan saya menyampaikan salam dari Presiden Prabowo kepada Presiden Ramaphosa dan seluruh pemimpin G20. Kami menghargai sambutan yang sangat hangat serta penyelenggaraan yang baik oleh Pemerintah Afrika Selatan,” ujar Gibran, dikutip Minggu (23/11/2025).

Menurut Wapres, pelaksanaan G20 di Afrika merupakan simbol perubahan geopolitik yang semakin menempatkan negara-negara Selatan Global sebagai kekuatan strategis dalam arsitektur ekonomi dunia.

“KTT ini bersejarah karena untuk pertama kalinya berlangsung di tanah Afrika. Ini menandai perubahan besar, di mana negara-negara Selatan Global semakin menjadi pilar penting dalam tata kelola global,” ucapnya.

Pada Sesi Pertama bertema Inclusive and Sustainable Economic Growth Leaving No One Behind, Gibran menegaskan bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo konsisten memperjuangkan pemerataan hasil pembangunan.

Menurutnya, pertumbuhan global harus kuat, adil, dan inklusif agar manfaatnya dirasakan seluruh negara.

Baca Juga: Pemerintah dan EIGER Adventure Land Bergerak: Menanam Pohon untuk Perkuat Mitigasi Bencana

Wapres juga mendorong negara-negara G20 memperluas akses pembiayaan bagi negara berkembang, terutama yang menghadapi dampak perubahan iklim.

“Pembiayaan harus lebih mudah diakses, lebih pasti, dan lebih setara. Transisi energi, adaptasi, dan mitigasi memerlukan dukungan pembiayaan inovatif yang terjangkau,” katanya.

Dalam forum tersebut, Gibran memaparkan langkah Indonesia memperkuat pendanaan iklim, digitalisasi, dan inklusi keuangan.

Ia menyebut Indonesia mengalokasikan lebih dari setengah anggaran iklim nasional—sekitar 2,5 miliar dolar AS per tahun—untuk mendukung UMKM hijau, asuransi pertanian, dan pembangunan infrastruktur tangguh.

“Sistem pembayaran digital seperti KRIS menunjukkan bagaimana teknologi sederhana dapat memperluas akses keuangan dan mengurangi kesenjangan,” tambahnya.

Selain itu, Wapres menilai pentingnya dialog global mengenai aset digital dan kecerdasan buatan (AI), mengingat keduanya menghadirkan peluang sekaligus risiko.

Indonesia, kata dia, mendorong G20 membuka ruang diskusi mengenai regulasi dan pemanfaatan ekonomi digital yang bertanggung jawab.

“Tidak ada satu model pembangunan yang cocok untuk semua. Kerja sama internasional harus memberdayakan, bukan menciptakan ketergantungan,” tegas Gibran.

KTT G20 2025 dihadiri seluruh negara anggota, mewakili lebih dari 85% PDB dunia.

Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkuat koordinasi global dalam merespons tantangan ekonomi, iklim, dan geopolitik—serta memastikan kepentingan negara berkembang tetap diperjuangkan.

Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 23 November 2025: Mayoritas Stabil!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.