Menlu Sugiono Desak Kejelasan Mandat PBB untuk Misi Perdamaian di Gaza

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri, Sugiono, menegaskan bahwa gencatan senjata di Gaza, Palestina, harus bersifat nyata dan permanen sebagai langkah awal menuju pemulihan kemanusiaan, dan terwujudnya Negara Palestina yang merdeka berdasarkan solusi dua negara.
Hal ini disampaikan Sugiono dalam Pertemuan Tingkat Menteri tentang Palestine Donor Group (PDG) di Brussels, Belgia. Pertemuan ini dipimpin bersama oleh Komisioner Uni Eropa untuk Mediterrania Dubravka Šuica dan Perdana Menteri Otoritas Palestina Mohammad Mustafa.
Dalam pertemuan itu, dia menyampaikan bahwa situasi kemanusiaan di Gaza tetap mengkhawatirkan meskipun telah tercapai kesepakatan gencatan senjata.
Baca Juga: Israel Masih Menggempur Gaza, 22 Warga Dilaporkan Tewas
Dia menegaskan, pemulihan yang efektif hanya dapat dicapai apabila setiap bantuan kemanusiaan serta proses rekonstruksi dan pembangunan, senantiasa berpusat pada Pemerintah dan rakyat Palestina.
Indonesia juga menyambut baik pembahasan mengenai penguatan koordinasi donor untuk rekonstruksi Gaza, serta menekankan pentingnya pemulihan yang inklusif, berorientasi pada kebutuhan masyarakat, dan memulihkan martabat rakyat Palestina.
Baca Juga: Hamas Tolak Resolusi PBB soal Pasukan Internasional di Gaza, Ini Alasannya
Pertemuan turut membahas Resolusi Dewan Keamanan PBB, mengenai Gaza yang diadopsi pada 17 November 2025. Para Menteri menyoroti perlunya mekanisme implementasi yang jelas dan efektif, agar Resolusi tersebut dapat mendorong terwujudnya kemerdekaan dan perdamaian Palestina.
"Kita perlu memastikan adanya mandat PBB yang jelas bagi misi penjaga perdamaian, sesuai dengan hukum internasional dan parameter yang disepakati bersama oleh semua pihak," tegas Sugiono, dikutip Sabtu (22/11/2025).
Pertemuan PDG dihadiri negara-negara anggota Uni Eropa, Mitra di kawasan, serta berbagai lembaga internasional. Pertemuan juga berfokus pada agenda reformasi Otoritas Palestina, serta dukungan terhadap pemulihan Gaza dan pembangunan ekonomi di Tepi Barat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







