APP Group Tegaskan Komitmen Solusi Iklim Berbasis Alam di COP30

AKURAT.CO Peran sektor swasta Indonesia dalam memperkuat aksi iklim global kembali mendapat sorotan dalam rangkaian dialog tingkat tinggi yang mempertemukan pemerintah, lembaga internasional, organisasi konservasi, lembaga keuangan, dan pelaku industri global di Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30).
Dalam forum tersebut, APP Group menegaskan komitmennya memperkuat solusi iklim berbasis alam, menjaga integritas pasar karbon, serta mendorong restorasi hutan tropis melalui pendekatan lanskap terpadu dan kemitraan multipihak.
Direktur APP Group Suhendra Wiriadinata mengatakan kesehatan ekosistem merupakan fondasi utama keberlanjutan industri, terutama bagi perusahaan berbasis sumber daya alam.
“Investasi pada restorasi, teknologi pemantauan, dan kolaborasi multipihak merupakan strategi bisnis yang memperkuat ketahanan rantai pasok, menurunkan risiko operasional, dan meningkatkan kepercayaan pasar global terhadap produk Indonesia,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).
Melalui platform keberlanjutan Regenesis, APP Group melanjutkan transformasi pengelolaan lanskap dari Forest Conservation Policy (2013) menuju Forest Positive Policy.
Kerangka ini mencakup investasi US$30 juta per tahun selama satu dekade untuk pemulihan ekosistem, pengelolaan gambut, konservasi keanekaragaman hayati, pengembangan karbon biru, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Komitmen ini mendukung target nasional FOLU Net Sink 2030, implementasi Article 6 Paris Agreement, serta penguatan tata kelola pasar karbon melalui IDXCarbon,” tambah Suhendra.
Direktur WWF Indonesia Ditya Bayunanda menekankan pentingnya sektor swasta memilih area intervensi yang memiliki nilai ekologis dan sosial tinggi.
“Pilihlah area dengan habitat penting, keanekaragaman hayati tinggi, atau wilayah yang memiliki jasa lingkungan beragam—bukan hanya karbon, tetapi juga air dan nilai budaya,” ujarnya.
Baca Juga: 7 Doa untuk Memikat Hati Perempuan yang Kita Sukai, agar Allah Ketuk Hatinya
Semangat kolaboratif kian diperkuat dengan peluncuran Tropical Forests Forever Facility (TFFF) di Paviliun Indonesia.
Inisiatif pembiayaan jangka panjang ini melibatkan Pemerintah Indonesia, Brasil, Uni Emirat Arab, sektor energi, lembaga internasional, dan pelaku industri untuk memperkuat konservasi serta restorasi hutan tropis skala besar.
Deputi Menko Bidang Aksesibilitas dan Keamanan Pangan Nani Hendiarti menegaskan bahwa solusi berbasis masyarakat merupakan fondasi utama keberlanjutan.
Indonesia dan Uni Emirat Arab kini mengembangkan Nature and Climate Partnership, mencakup konservasi keanekaragaman hayati, perhutanan sosial, tata kelola yurisdiksional, dan skema pendanaan inovatif.
“Perlindungan hutan bukan sekadar menanam pohon, tetapi memastikan masyarakat di sekitar hutan memperoleh manfaat nyata,” katanya.
Sementara itu, Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Laksmi Wijayanti, menyoroti pentingnya inovasi pembiayaan dan kolaborasi lintas sektor.
Ia menyebut blended funding dan pembiayaan karbon sebagai jembatan efektif antara modal global dan aksi lokal.
“Dengan integritas, mekanisme ini berpotensi memulihkan jutaan hektare lahan, mendukung mata pencaharian masyarakat, dan memperkuat kredibilitas solusi iklim berbasis alam,” tegasnya.
Chief Sustainability Officer APP Group Elim Sritaba menambahkan bahwa tata kelola iklim membutuhkan integrasi antara sains, pengelolaan yang kuat, serta kemitraan setara bersama masyarakat dan pemerintah.
Baca Juga: Aksi Musikal 19 November di Depan KPK: Seniman, Ulama, dan Publik Bersatu Suarakan Antikorupsi
“Melalui kerangka Regenesis, kami memastikan setiap keputusan berbasis bukti ilmiah namun tetap mempertimbangkan realitas sosial lapangan,” ujarnya.
Kehadiran APP Group di COP30 menandai komitmen jangka panjang untuk melestarikan ekosistem, memperkuat pasar karbon berintegritas, dan memastikan sektor industri berkontribusi signifikan dalam ketahanan iklim serta pembangunan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









