Ketua DPD Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Sudah Selayaknya Mantan Presiden Diberi Penghargaan

AKURAT.CO Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Bachtiar Najamudin, menyatakan dukungannya terhadap usulan pemerintah yang memasukkan Presiden ke-2 RI, Soeharto, sebagai calon penerima gelar pahlawan nasional.
Menurutnya, seluruh mantan Presiden RI yang telah wafat layak mendapatkan penghargaan serupa atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa.
“Kalau saya berpendapat, sudah selayaknya semua mantan Presiden Republik Indonesia yang sudah meninggal, atas jasa-jasanya selama memimpin—terlepas dari dinamika plus minus, pro dan kontra—negara memberikan kesempatan kepada beliau-beliau sebagai pahlawan nasional,” ujar Sultan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Sultan menegaskan, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah memiliki prosedur yang sangat rinci terkait pengusulan gelar pahlawan nasional. Karena itu, ia menyerahkan sepenuhnya proses seleksi kepada mekanisme resmi yang berlaku.
“Kemensos pasti punya role of the game-nya, punya TOR, SOP, dan syarat-syarat yang sangat detail. Tinggal diikuti saja,” tegasnya.
Ia juga menilai perbedaan pendapat yang muncul di publik terkait usulan gelar pahlawan nasional merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi.
Meski begitu, bangsa ini tetap perlu menghargai jasa para pemimpin yang telah berkontribusi bagi negara.
Baca Juga: Uya Kuya Dibebaskan dari Dugaan Pelanggaran Etik, MKD: Video yang Beredar Hasil Editan Warganet
“Beliau pasti sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk Indonesia. Demokrasi pasti ada yang setuju dan tidak setuju. Ada catatan juga wajar. Namanya manusia, nobody’s perfect,” ucapnya.
Sultan menambahkan, Soeharto sebagai kepala negara memiliki tanggung jawab besar dalam memimpin bangsa dan rakyat Indonesia pada masanya. Karena itu, menurutnya, gelar pahlawan nasional patut diberikan sebagai bentuk penghargaan terakhir atas pengabdiannya.
“Apalagi sekelas kepala negara, kepala pemerintahan, mantan presiden, yang memimpin ratusan juta rakyat. Sudah meninggal, penghargaan terakhir? Pahlawan nasional,” tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyerahkan berkas 40 nama calon penerima gelar pahlawan nasional kepada Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon, di Kantor Kemenbud, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025).
Dalam daftar tersebut, sejumlah nama dinilai telah memenuhi syarat, antara lain Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta Marsinah, aktivis dan tokoh buruh asal Nganjuk, Jawa Timur.
“Usulan ini berupa nama-nama yang telah dibahas selama beberapa tahun terakhir. Ada yang sudah memenuhi syarat sejak lima, enam, tujuh tahun lalu. Dan ada beberapa nama yang baru kita bahas dan putuskan tahun ini. Di antaranya Presiden Soeharto, Presiden Abdurrahman Wahid, dan Marsinah,” kata Gus Ipul.
Usulan tersebut memunculkan pro dan kontra, mengingat sebagian pihak menilai adanya catatan sejarah kelam pada masa Orde Baru, termasuk peristiwa terkait 1998, yang menurut mereka harus tetap diingat publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









