Akurat

GKR Hemas Dorong Transformasi Pesantren dan Penguatan Peran Ibu Nyai Nusantara

Ikhwan Fajar Ramadhan | 3 November 2025, 15:15 WIB
GKR Hemas Dorong Transformasi Pesantren dan Penguatan Peran Ibu Nyai Nusantara

AKURAT.CO, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas menegaskan pentingnya transformasi pesantren yang memadukan nilai tradisi dengan inovasi. Begitu juga dengan upaya memperkuat kepemimpinan perempuan pengasuh pesantren dalam pembangunan nasional.

Hal ini disampaikan dalam Silaturahim Nasional Bu Nyai Nusantara Ke-4 bertema “Transformasi Pesantren: Merawat Tradisi, Membangun Inovasi” di Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum, Yogyakarta, Sabtu (1/11/2025).

Dalam sambutannya, GKR Hemas menekankan, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi penyangga moral bangsa yang melahirkan generasi berakhlak, berilmu, dan berjiwa pengabdian.

Baca Juga: GKR Hemas: Perjuangan DPD RI Adalah Jalan Panjang Menjaga Keadilan Daerah

Ia juga menyoroti kontribusi historis para ulama perempuan Nusantara seperti Tengku Fakinah (Aceh), Rahmah El Yunusiah (Sumatera Barat), dan Nyai Khoiriyah Hasyim (Jombang) sebagai teladan kepemimpinan perempuan di dunia pesantren.

“Posisi ibu-ibu Nyai Nusantara hari ini adalah penerus jejak ulama perempuan terdahulu yang telah berjuang membangun peradaban Islam dan bangsa,” ujar GKR Hemas.

Lebih lanjut, GKR Hemas menjelaskan, Ibu Nyai adalah figur penggerak yang membentuk karakter perempuan santri agar berdaya, berpengetahuan, dan mandiri tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi pesantren.

Baca Juga: Ketua DPD RI : GKR Hemas Buktikan Pena Juga Bisa Jadi Alat Perjuangan Politik

GKR Hemas juga mengapresiasi meningkatnya jumlah dan pengakuan publik terhadap kepemimpinan perempuan pengasuh pesantren. Namun, ia juga menyoroti pentingnya memastikan pesantren menjadi ruang aman bagi santri, khususnya dalam konteks meningkatnya perhatian publik terhadap kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan agama.

“Saya menitipkan agar para Nyai Nusantara membahas upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di pesantren. Jelang 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, mari kita suarakan ruang aman bagi perempuan dan anak,” tegasnya.

Permainsyuri Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu menilai, dukungan terhadap pemimpin perempuan pesantren bukan hanya isu kesetaraan, tetapi strategi pembangunan bangsa. Menurutnya, perempuan pengasuh pesantren berperan penting dalam membentuk santri yang berdaya, berpengetahuan, dan mandiri tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Baca Juga: GKR Hemas Luncurkan Buku Gagasan dan Kegelisahan terhadap Otonomi Daerah

Ia juga menyoroti tiga pilar utama transformasi pesantren, yaitu: Pertama, kurikulum integratif, yang menggabungkan ilmu agama dan pengetahuan umum tanpa kehilangan ruh spiritual.

Kedua, kemandirian ekonomi pesantren, agar menjadi pusat pendidikan sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Ketiga, inovasi digital pesantren, untuk memperluas jangkauan dakwah dan pendidikan di era generasi milenial dan Gen Z.

Baca Juga: Wakil Ketua DPD GKR Hemas Dorong Perempuan Wujudkan Politik yang Implementatif

Sebagai Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas menegaskan komitmennya untuk mendukung kebijakan publik yang berpihak pada pesantren dan penguatan peran perempuan di bidang Pendidikan Islam. 

“Saya percaya, masa depan bangsa akan lebih kuat apabila pesantren menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi berilmu, berkarakter, dan berdaya saing,” tutupnya.

Acara tersebut resmi dibuka oleh Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Katib Syuriyah PBNU KH Hilmy Muhammad, Ketua RMI PBNU KH Hodri Arief, Ketua RMI PWNU DIY KH M Nilzam Yahya, Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum Nyai Ida Rufaida Ali serta hadir juga GKR Mangkubumi, Anggota DPR RI Hindun Anisah dan Rieke Diah Pitaloka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.