Peluang Kerja bagi PMI di Turki Sangat Besar, Kebutuhannya Capai 27.845 Pekerja

AKURAT.CO Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, mengatakan terdapat 27.845 peluang kerja untuk pekerja migran Indonesia di Turki pada 2026.
Peluang ini merupakan hasil tindak lanjut kerjasama yang dilakukan Kementerian P2MI dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), di Ankara pada 27 Oktober kemarin. Karenanya, diharapkan peluang ini dapat diseriusi serta direalisasikan.
"Pertemuan kami di KBRI Ankara ini menindaklanjuti pembahasan pada Juli lalu dan hasilnya positif. Ada 16.415 peluang kerja yang telah diverifikasi oleh Bapak Duta Besar dan tim KBRI, serta 11.430 peluang lainnya sedang berproses. Jadi total ada 27.845 peluang kerja di Turki untuk tahun 2026 yang perlu kita garap serius agar bisa terealisasi," kata dia dikutip, Kamis (30/10/2025).
Baca Juga: Pekerja Migran Kerap Jadi Korban Penipuan Online, Puan: Lapangan Kerja Dalam Negeri Belum Memadai
Dalam pertemuan tersebut, dia juga bertemu dengan Dubes Indonesia di Ankara, Achmad Rizal Purnama. Serta Deputy Minister of Labour and Social Security atau Wakil Menteri Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Republik Turki.
Menurutnya, Turki merupakan salah satu destinasi potensial untuk pekerja migran Indonesia, terutama di sektor hospitality. Selain itu, masih ada peluang lain di sektor manufaktur yang dapat dijajaki. Namun tentu dibutuhkan kesiapan, termasuk proses sertifikasi dan uji kompetensi teknis,
Terlebih, Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian khusus pada Turki, yang dibuktikan dengan intensitas kunjungan kenegaraan beliau yang dibalas Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan yang juga telah berkunjung ke Indonesia. Sehingga, Turki memang memiliki tempat khusus dalam hubungan kedua negara.
Tak hanya pertemuan di tingkat pemerintah, Wamen Christina juga bertemu dengan Turkiye İş Kurumu (ISKUR) atau badan ketenagakerjaan pemerintah Turki yang memiliki fungsi serupa dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI).
"Dengan ISKUR kami membahas kerja sama di bidang pemetaan peluang kerja bagi pekerja migran, pertukaran informasi terkait ketenagakerjaan, serta peluang transfer teknologi," ucapnya.
Dia menyatakan bahwa ISKUR telah mengembangkan sistem digitalisasi ketenagakerjaan yang canggih, mulai dari pendataan, penempatan, hingga pencocokan pekerjaan atau job matching.
Baca Juga: Pemerintah Harus Bangun Sistem Early Warning Cegah Kasus Penipuan Online Pekerja Migran
"Ini menarik dan relevan bagi Indonesia. Kita bisa belajar bagaimana teknologi itu diterapkan agar proses penempatan pekerja migran kita menjadi lebih efisien dan transparan," katanya.
Rangkaian ini menjadi bukti Pemerintah Indonesia membuka akses lapangan kerja luar negeri yang aman, legal, dan bermartabat bagi pekerja migran Indonesia.
"Turki menjadi salah satu mitra strategis yang potensial, dan kami akan pastikan setiap peluang kerja yang dibuka benar-benar melalui mekanisme resmi dan menjamin perlindungan penuh bagi pekerja migran Indonesia," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








