Akurat

Setahun Pemerintahan Prabowo, Program Listrik Desa Jadi Bukti Nyata Pemerataan Energi di Papua Barat

Oktaviani | 18 Oktober 2025, 18:21 WIB
Setahun Pemerintahan Prabowo, Program Listrik Desa Jadi Bukti Nyata Pemerataan Energi di Papua Barat

AKURAT.CO Saat malam turun di Distrik Kiraweri, Kabupaten Pegunungan Arfak, cahaya lampu kini menerangi setiap rumah warga. Suasana yang dulu gelap dan sunyi, kini berganti dengan kehidupan yang lebih terang dan penuh harapan.

Elias Inyomusi Anakangi, warga asli Kiraweri, masih mengingat betul masa ketika listrik belum hadir di desanya.

“Dulu kami pakai pelita dari botol bekas dan minyak tanah. Kami isi rotan jadi sumbu. Kalau mau belajar, ya pakai api itu. Sekarang sudah terang, anak-anak bisa belajar malam hari,” kisah Elias dengan mata berkaca, Sabtu (18/10/2025).

Dulu, perjalanan warga pun tak mudah. Tanpa penerangan, mereka hanya mengandalkan cahaya bulan dan jalan setapak yang sempit untuk beraktivitas di malam hari.

“Oh, zaman dulu itu setengah mati, jalan saja jalan tikus, kecil sekali,” ujarnya.

Kini semuanya berubah. Melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Anggiber kapasitas 150 kW, seluruh rumah di Distrik Kiraweri kini telah menikmati listrik.

Proyek ini merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bawah koordinasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dipimpin oleh Bahlil Lahadalia, dengan fokus utama pada pemerataan energi hingga pelosok Tanah Air.

Bagi Elias dan ribuan warga Pegunungan Arfak, kehadiran listrik bukan sekadar penerangan, tetapi simbol kehidupan baru.

“Kampung kami jadi lebih terang. Anak-anak bisa belajar, mama-mama bisa masak. Dengan lampu seperti ini, anak-anak kami bisa pintar dan bersaing dengan suku lain,” ucap Elias.

Kini, lebih dari 40 ribu penduduk di Kabupaten Pegunungan Arfak telah merasakan manfaat listrik yang menyala di rumah-rumah mereka, bagian dari komitmen pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran.

“Terima kasih, kami tetap NKRI. Terima kasih Bapak Presiden, kini desa kami lebih terang,” ujar Elias lirih penuh syukur.

Baca Juga: Federasi Senam Internasional Pertahankan Penolakan Indonesia Atas Atlet Israel Meski Langgar Statuta

Pembangunan PLTMH Anggi menjadi salah satu proyek nyata program Dedieselisasi Pembangkit, upaya pemerintah mengganti pembangkit berbahan bakar fosil dengan energi baru terbarukan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) menargetkan pemerataan listrik bagi 5.758 desa yang belum terjangkau PLN.

Proyek ini mencakup pembangunan infrastruktur kelistrikan dan sambungan listrik untuk sekitar 1,2 juta rumah tangga hingga 2029.

Menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, pemerataan akses energi adalah amanat langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Target Bapak Presiden, sekitar 2029–2030 seluruh desa di Indonesia harus sudah teraliri listrik. Saat ini masih ada sekitar 5.700 desa yang belum memiliki listrik. Negara harus hadir dan memastikan seluruh rakyat merasakan energi yang adil dan merata,” tegas Bahlil.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat Indonesia memiliki 84.276 wilayah administratif setingkat desa, dengan sekitar 6,7 persen di antaranya masih belum teraliri listrik.

Melalui program Listrik Desa, pemerintah berkomitmen menutup kesenjangan itu agar tak ada lagi warga Indonesia yang hidup dalam gelap.

Di tanah pegunungan Papua, cahaya kini bukan lagi impian. Lampu-lampu di Kiraweri bukan sekadar penerangan malam hari, tapi juga tanda bahwa pemerataan energi telah menjadi kenyataan, cahaya yang menyatukan dari Sabang sampai Merauke.

Baca Juga: Hansi Flick Sebut Isu Deco Paksa Lamine Yamal Diturunkan di Laga Lawan PSG 'Sampah'

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.