Akurat

Pimpinan DPR Gelar Audiensi Buntut Polemik Trans7 dan Pesantren Lirboyo

Paskalis Rubedanto | 16 Oktober 2025, 20:57 WIB
Pimpinan DPR Gelar Audiensi Buntut Polemik Trans7 dan Pesantren Lirboyo

AKURAT.CO Pimpinan DPR RI melaksanakan audiensi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), pihak Trans 7 dan Himpunan Alumni Santri Lirboyo.

Audiensi ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, didampingi sejumlah Anggota DPR Fraksi PKB, Jazilul Fawaid, Lalu Hadrian Irfani, Oleh Soleh, Maman Immanul Haq, dan jajaran Fraksi PKB lainnya.

Pertemuan ini dilaksanakan untuk mendengarkan langsung mengenai duduk masalah polemik dugaan penghinaan kiai dan santri, yang dilakukan oleh pihak Trans7 melalui salah satu program yang ditayangkan beberapa waktu lalu.

Baca Juga: DPR Bakal Panggil Trans7, KPI dan Komdigi Soal Kontroversi Tayangan Pesantren

"Sebagaimana kita ketahui rapat audiensi merupakan salah satu media bagi DPR untuk menjalankan fungsi pengawasan. Kami berharap dapat disampaikan permasalahan yang sedang dihadapi dengan jelas dan terbuka," kata Cucun mengawali rapat yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Audiensi kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan satu persatu pendapat atau usulan pihak yang hadir.

Seperti diketahui, tagar #BoikotTrans7 tengah ramai diperbincangkan di media sosial X (Twitter) sejak Senin (13/10) malam hingga hari ini, menyusul kontroversi tayangan yang dianggap menyinggung Pondok Pesantren Lirboyo.

Baca Juga: Liputan Trans7 Soal Pesantren Tuai Kritik, Akademisi UIN Minta Media Lebih Beretika

Aksi boikot itu muncul sebagai reaksi kekecewaan warganet terhadap program 'Xpose Uncensored' di Trans7 yang dinilai melecehkan pesantren dan ulama. Dalam episode program Xpose yang tengah ramai dibicarakan, menampilkan sejumlah narasi dan visual yang dinilai menciptakan stereotip negatif terhadap kehidupan di pesantren.

Segmen itu pun memiliki judul yang provokatif dan tidak pantas, yakni 'Santrinya minum susu aja kudu jongkok, emang gini kehidupan di pondok?'.

Potongan video tersebut viral dan memicu kemarahan publik, karena dianggap menyinggung kehidupan santri dan melecehkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh dunia pesantren.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.