ASN Gen Z Jadi Kekuatan Baru Transformasi Birokrasi Indonesia

AKURAT.CO Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia kini berjumlah sekitar 5,3 juta orang. Dari jumlah tersebut, 12 persen atau lebih dari 380 ribu berasal dari Generasi Z (lahir 1997–2012).
Kehadiran mereka diharapkan menjadi motor perubahan birokrasi, meski di sisi lain menghadapi tantangan serius dalam sistem yang masih kaku.
Hal ini mengemuka dalam Virtual Public Lecture ASN Talent Academy Xplore yang digelar Lembaga Administrasi Negara (LAN) bekerja sama dengan Tanoto Foundation bertema “Mengelola ASN Generasi Z: Tantangan Baru, Pendekatan Baru”, Selasa (30/9/2025).
Kepala LAN, Muhammad Taufiq, menilai, Gen Z kerap kesulitan beradaptasi dengan pola birokrasi yang formal dan hierarkis, adanya kesenjangan etos kerja lintas generasi, ekspektasi karir yang tinggi namun belum didukung jalur pengembangan yang jelas, hingga keterbatasan infrastruktur digital.
“Birokrasi harus mampu membuka ruang bagi kreativitas dan kemampuan adaptasi Gen Z yang lahir sebagai digital native. Perlu jalur karir yang transparan, mentoring lintas generasi, reverse mentoring, dan ruang kolaborasi digital agar potensi mereka tidak terhambat,” jelas Taufiq.
Baca Juga: Agung Sedayu Group dan Buddha Tzu Chi Indonesia Dorong Karyawan Jadi Relawan Kemanusiaan
Ia menekankan, transformasi birokrasi menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan kepemimpinan inklusif.
Dengan mengelola potensi lebih dari 380 ribu ASN Gen Z, birokrasi diharapkan melahirkan pemimpin yang berintegritas dan siap menjawab tantangan zaman.
Head of Government Engagement and Advocacy Tanoto Foundation, Anthony Lee, menyebut masuknya Gen Z membawa dua konsekuensi besar: mereka menjadi kekuatan baru birokrasi sekaligus mendorong transformasi sesuai karakter generasi digital.
“Diperlukan jembatan lintas generasi agar tercipta birokrasi unggul dan berkelas dunia,” ujarnya.
Program and Service Director Insight Sinergi Talenta, Yenny Ramly, menambahkan, Gen Z bisa menjadi akselerator pembangunan pemerintahan digital, termasuk dalam penerapan INa Digital, perancangan layanan publik berbasis kecerdasan buatan, serta kolaborasi lintas sektor dan komunitas.
Sementara itu, Pembina Yayasan Abdi Muda Indonesia Cendekia, Muhammad Affin Bahtiar, menekankan nilai yang perlu dipegang Gen Z dalam birokrasi: menjadi agent of change, iron stock, guardian of value, moral force, dan social control.
“Generasi ini harus kritis, kreatif, dan melek teknologi untuk memperkuat positioning mereka sebagai wajah baru birokrasi,” tutupnya.
Baca Juga: Daftar Kode Redeem FF Terbaru 1 Oktober 2025, Klaim Segera Skin Senjata Hingga Bundle Karakter
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










