Lawatan Prabowo ke Kanada dan Belanda Buka Peluang Transfer Teknologi dan Kerja Sama Pertahanan

AKURAT.CO Lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Kanada dan Belanda, dinilai membuka peluang penting bagi Indonesia dalam memperkuat sektor pertahanan dan teknologi.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyebut kunjungan ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menghasilkan kesepakatan yang berpotensi mendukung ketahanan nasional.
"Kunjungan resmi ke Kanada dan Belanda, serta pertemuan dengan Raja Willem-Alexander, mencerminkan pendekatan diplomasi yang tidak hanya simbolik, tetapi juga substantif. Kami mencermati bahwa sejumlah kesepakatan yang dihasilkan berpotensi memberikan dampak langsung terhadap penguatan sektor ekonomi, teknologi, dan pertahanan nasional," ujar Dave saat dihubungi Akurat.co, Sabtu (27/9/2025).
Baca Juga: Lawatan Prabowo ke Sejumlah Negara Selama Sepekan Bawa Dampak Strategis bagi Indonesia
Pimpinan Komisi di DPR bidang luar negeri dan pertahanan itu menekankan pentingnya kerjasama strategis bilateral, terutama dalam bidang transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Menurutnya, Indonesia dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat kemampuan pertahanan, termasuk di sektor keamanan siber yang semakin relevan dalam era digital.
"Secara khusus, penguatan kerja sama strategis bilateral dengan negara-negara mitra seperti Kanada dan Belanda membuka peluang transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi dalam bidang keamanan siber dan pertahanan. Ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional secara menyeluruh, baik dari aspek militer maupun non-militer," paparnya.
Dave menjelaskan, Komisi I DPR melihat aspek pertahanan tidak bisa dilepaskan dari diplomasi luar negeri. Dengan kerja sama yang terjalin, Indonesia dapat meningkatkan kualitas industri pertahanan dalam negeri dan memperkuat posisi strategis di kawasan.
Dia juga menyoroti pentingnya tindak lanjut dari kesepakatan yang sudah dicapai. Menurutnya, tanpa implementasi konkret, peluang strategis yang ada bisa saja terlewat. Karena itu, DPR akan mengawal dengan ketat agar kerja sama ini benar-benar membawa manfaat.
Baca Juga: Prabowo Akhiri Lawatan Luar Negeri dengan Catatan Diplomasi Gemilang
"Komisi I DPR RI akan terus mengawal dan memastikan bahwa tindak lanjut dari lawatan ini benar-benar terimplementasi secara konkret dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat Indonesia," pungkas Dave.
Salah satu capaian terbesar dalam kunjungan Presiden Prabowo ke Kanada, adalah penandatanganan Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).
Perjanjian perdagangan bebas tersebut diproyeksikan membuka lebih banyak peluang ekspor Indonesia ke pasar Kanada, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
Selain itu, ditandatangani pula sejumlah nota kesepahaman, antara lain di bidang pertahanan yang memungkinkan partisipasi Kanada dalam latihan militer Super Garuda Shield, penguatan dialog pertahanan reguler, hingga kerja sama industri pertahanan.
Di sektor bisnis, Kadin Indonesia dan Business Council of Canada menyepakati MoU untuk memperluas jejaring dunia usaha serta mendorong investasi dua arah.
Rangkaian kunjungan kemudian ditutup di Belanda, di mana Prabowo bertemu langsung dengan Raja Willem-Alexander di Istana Huis ten Bosch. Pertemuan tersebut difokuskan pada upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Belanda ke arah yang lebih strategis.
Meski detail kerjasama belum seluruhnya diumumkan, pembahasan mencakup peluang kerjasama di bidang ekonomi, diplomasi, dan pengembangan potensi bersama di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









