Akurat

Kuartal III-2025, Panen Raya Jagung Polri Ditargetkan Capai 751.442 ton

Ahada Ramadhana | 27 September 2025, 22:36 WIB
Kuartal III-2025, Panen Raya Jagung Polri Ditargetkan Capai 751.442 ton

AKURAT.CO Polri melakukan panen raya jagung serentak Kuartal III 2025 yang terpusat di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, untuk mendukung ketahanan pangan di Indonesia. 

Hingga 27 September 2025, Polri mencatat luas potensi lahan untuk jagung mencapai 819.080 hektare. Dari jumlah itu, 483.822 hektare sudah ditanami, sementara 335.258 hektare lainnya masih menunggu giliran.

Pada Kuartal I dan II, panen telah dilakukan di lahan seluas 360 ribu hektare dengan hasil mencapai 2,08 juta ton. Sementara untuk Kuartal III, panen raya menghasilkan 751 ribu ton jagung dari lahan seluas 166.512 hektare.

Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, Kapolda Riau Pimpin Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III di Pekanbaru

"Pada panen jagung kuartal ketiga ini kita akan laksanakan di luas lahan seluas 166.512 hektare, dengan estimasi hasil panen sebanyak 751.442 ton yang akan kita laksanakan sampai dengan akhir bulan September," jelas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya di Oku Timur, Sumatera Selatan, Sabtu (27/9/2025).

Dia mengatakan, sepanjang Juli hingga September, panen jagung dilakukan di lahan seluas 166.512 hektare di seluruh Indonesia. Hasilnya mencapai lebih dari 751 ribu ton, menambah akumulasi produksi jagung nasional yang sejak awal tahun sudah menembus 2,8 juta ton. 

Setelah pelaksanaan panen raya kuartal III di OKU Timur, Polri bersama Bulog melaksanakan flag off pendistribusian jagung hasil panen raya serentak. Secara nasional, potensi jagung yang disalurkan mencapai 1.765 ton. Dari jumlah tersebut, 614 ton berasal dari Sumatera Selatan dan 100 ton disalurkan langsung dari OKU Timur.

"Khususnya hari ini, kita akan memberangkatkan sebanyak 1.765 ton jagung untuk diserap Bulog dan khusus di Provinsi Sumsel sebanyak 614 ton dan 100 ton dari Oku akan kita prioritaskan ke Bulog," ujarnya.

Menurutnya, pada panen raya serentak di seluruh Indonesia hari ini dihasilkan jagung dengan estimasi 7.153 ton pada lahan seluas 1.788 hektare. Khusus di Sumsel, panen dilakukan di lahan 52 hektare dengan hasil 271 ton.

Baca Juga: Pemerintah Gelontorkan 52.400 Ton Jagung Murah untuk Peternak Rakyat

Sementara di OKU Timur, panen berlangsung di satu hamparan 25 hektare di Kecamatan Bunga Mayang, menghasilkan 150 ton jagung. Dia berharap, gerakan ini menjadi wujud nyata sinergi Polri dengan Bulog untuk memperkuat cadangan pangan nasional.

Dengan adanya aliran hasil panen ke gudang resmi, petani mendapat kepastian pasar, sementara masyarakat memperoleh jaminan ketersediaan jagung untuk kebutuhan konsumsi maupun industri.

"Oleh karena itu, kami terus berupaya mewujudkan hal tersebut dengan dukungan penuh dari kementerian terkait, kemudian juga mitra-mitra strategis, masyarakat, gapoktan, sehingga saat ini dengan kerjasama yang ada," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.