Evaluasi MBG Harus Transparan, Jangan Ada yang Ditutup-tutupi

AKURAT.CO Pemerintah berencana mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul maraknya kasus keracunan di sejumlah daerah.
Langkah ini dinilai tepat untuk menjawab kekhawatiran publik terkait keamanan program yang menyasar anak-anak.
“Program MBG menyangkut kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. Jika ada celah dalam pelaksanaannya, harus segera diperbaiki,” ujar analis komunikasi politik, Hendri Satrio, Sabtu (27/9/2025).
Hendri menekankan, evaluasi perlu dilakukan menyeluruh, mulai dari distribusi hingga pengawasan di lapangan.
Lebih jauh, pemerintah juga diminta membuka ruang bagi masukan masyarakat agar perbaikan lebih konstruktif.
“Transparansi itu penting agar masyarakat bisa memberi masukan teknis maupun pengawasan di lapangan. Ini akan memperkuat akuntabilitas program,” katanya.
Baca Juga: Pertamina Berencana Gabung Tiga Anak Usaha, Bahlil: Itu Hak Prerogratif Perusahaan
Ia mengingatkan, keberhasilan MBG bukan hanya soal teknis, melainkan juga komunikasi publik. Jika penanganan isu keracunan tidak disampaikan secara tepat, kepercayaan terhadap pemerintah bisa runtuh.
Menurut Hendri, hasil evaluasi harus disampaikan terbuka, baik kepada publik maupun Presiden sebagai penanggung jawab kebijakan.
“Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi, karena itu hanya memperburuk trust masyarakat ke pemerintah,” tegasnya.
Ia juga menekankan, masukan masyarakat harus benar-benar diimplementasikan, bukan sekadar didengar.
“Itu kunci agar MBG bisa berjalan sesuai tujuan awal: memberi manfaat gizi tanpa menimbulkan risiko kesehatan,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










