Setelah RUU BUMN Disahkan, Kepala BP BUMN Bakal Diputuskan Langsung Presiden Prabowo

AKURAT.CO Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menegaskan kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN akan diputuskan langsung oleh Presiden Prabowo setelah RUU BUMN disahkan oleh DPR RI.
"Jadi itu nanti akan diputuskan oleh Bapak Presiden," kata dia saat ditemui di Gedung DPR RI, Jumat (26/9/2025).
Saat ditanya apakah memungkinkan kepala BP BUMN dari menteri dan wamen, dia mengatakan hal itu mungkin terjadi karena dalam Putusan Mahkamah Konsitusi (MK) No. 128/PUU-XXIII/2025 memungkinkan walaupun hanya sementara.
Namun dia mengatakan semua keputusan ada di tangan presiden, melalui peraturan presiden (Pepres) yang akan dibuat.
Baca Juga: RUU BUMN Disetujui DPR, Pengamat Soroti Efektivitas Pembentukan BP BUMN
"Walaupun itu boleh dirangkap untuk sementara ya. Kan sudah dibilang, jangka waktunya 2 tahun. Karena itu sepenuhnya tergantung sama Bapak Presiden siapa orang yang akan ditujuk," tambah dia.
Setelah disahkan, BP BUMN akan ditindaklanjuti oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) untuk disiapkan bersama Kementerian Sekretaris Negara.
"Kan begitu diparipurnakan setelah diundangkan otomatis secara kelembaganya nanti akan disiapkan oleh MenpanRB nanti akan menyiapkan prosesnya bersama dengan Pak Mensesneg untuk diharmonisasi di Kemenkum," tegas dia.
Sementara itu, Wakil Menteri Sekretaris Negara, Bambang Eko Suhariyanto, mengungkapkan pemerintah memiliki waktu 30 hari untuk dapat membentuk badan setelah RUU ini diundangkan. Untuk itu, pihaknya akan segera membuat Pepres sebagai aturan yang lebih spesifik.
"Kita dapat kalau enggak salah 30 hari itu akan bentuk badanya, sementara akan ini kita bentuk dengan pepres. sepanjang 3 bulan itu termasuk juga dengan pemilihan kepala badanya. Tiga bulan setelah disahkan," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







