Akurat

Mendikdasmen Perlu Koordinasi dengan BGN Tangani Kasus Keracunan MBG

Paskalis Rubedanto | 24 September 2025, 15:16 WIB
Mendikdasmen Perlu Koordinasi dengan BGN Tangani Kasus Keracunan MBG

AKURAT.CO Kasus keracunan massal yang menimpa ribuan siswa di berbagai daerah setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi persoalan serius dan mendapat sorotan banyak pihak. 

Atas dasar itu, Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, segera berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Politisi PKB yang akrab disapa Lalu Ari itu menegaskan, tujuan utama program MBG adalah meningkatkan kesehatan dan kecukupan gizi peserta didik. Namun, fakta ribuan siswa yang justru mengalami keracunan menunjukkan adanya persoalan serius dalam pengelolaan dan pengawasan.

Baca Juga: Kronologi Keracunan MBG yang Lagi-lagi Terjadi di Bandung Barat

"Kesehatan dan keselamatan siswa harus ditempatkan di atas segalanya. Program ini memang lahir dari niat baik untuk memperbaiki asupan gizi anak-anak kita, tetapi pelaksanaannya tidak boleh mengorbankan keselamatan mereka. Kita harus belajar dari kasus ini dan segera melakukan evaluasi menyeluruh," tegas Lalu Ari di Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Menurutnya, koordinasi tersebut akan berguna umtuk mencari solusi cepat dan tepat. Koordinasi lintas lembaga sangat penting, agar penanganan kasus keracunan dapat dilakukan secara terpadu dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Selain itu, dia menekankan perlunya audit ketat terhadap seluruh rantai penyelenggaraan MBG, mulai dari proses pengadaan bahan makanan, penyimpanan, distribusi, hingga pengelola dapur. Pengawasan kualitas dan standar kebersihan, menurutnya, tidak boleh longgar.

"Evaluasi harus menyentuh seluruh aspek, dari hulu sampai hilir. Jangan sampai ada celah yang bisa membahayakan anak-anak. Saya minta pengelola dapur MBG maupun pihak sekolah benar-benar diawasi ketat agar setiap makanan yang diberikan sesuai standar gizi dan higienis," ujarnya.

Pemerintah juga diminta tidak terburu-buru menambah cakupan program tanpa memastikan kesiapan sistem di lapangan. Program MBG adalah investasi penting bagi masa depan generasi muda, tetapi akan kehilangan legitimasi jika malah menimbulkan korban.

Baca Juga: Total Korban Keracunan Program MBG Tembus 4.700-6.400 Orang: Ini Data Hingga September 2025

"Kita mendukung penuh program MBG karena tujuannya baik. Namun pemerintah harus memperbaiki desain kebijakan ini agar tidak ada lagi ribuan anak yang jatuh sakit. Setiap nyawa dan kesehatan anak-anak bangsa jauh lebih penting daripada sekadar target pencapaian angka program," tegasnya.

Lalu Ari berharap evaluasi ini dapat menghasilkan perbaikan nyata, termasuk peningkatan kapasitas penyedia makanan, pengawasan kualitas gizi, serta pelibatan tenaga ahli dari bidang kesehatan masyarakat dan gizi. Ia optimis program ini akan berhasil jika ada sinergi. 

"Pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, penyedia makanan, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus sama-sama terlibat dalam memastikan anak-anak kita mendapatkan makanan yang benar-benar aman, sehat, dan bergizi," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.