Menteri PPPA Tekankan Pentingnya Layanan Kesehatan Mental dan Penguatan Ketahanan Keluarga

AKURAT.CO Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya seorang ibu yang mengakhiri hidup bersama dua anaknya di Banjaran, Kabupaten Bandung.
Dia pun meminta kepada seluruh pihak untuk saling menjaga, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Salah satunya, dengan penguatan keluarga dan menjaga hubungan antar masyarakat, serta membangun sistem pemerintahan yang peduli kepada kesejahteraan warga penting dilakukan bersama.
"Tentunya ini menjadi pelajaran penting untuk kita tentang bagaimana menguatkan ketahanan keluarga salah satunya melalui komunikasi. Begitu pula dengan hubungan antar masyarakat," kata Arifah, Selasa (9/9/2025).
Baca Juga: Kasus Bunuh Diri Ibu dan Anak di Bandung, DPR Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Mental
Dia mendorong agar seluruh pihak dapat intropeksi, untuk mencari akar permasalahan peristiwa tersebut. Nantinya, seluruh elemen mulai dari keluarga, masyarakat dan pemerintah, secara bersama perlu mengupayakan solusi terbaik untuk memberikan lingkungan yang ramah terhadap perempuan dan anak.
Untuk itu, dia mengajak seluruh masyarakat saling peduli jika melihat tetangga ada berubah, ada perbedaan dari biasanya. "Mungkin mereka butuh perhatian, atau sekedar perlu tempat bercerita. Perhatian dan empati itu sangat dibutuhkan di era yang serba digital," ucapnya.
Selain itu, dia juga mendorong organisasi perangkat daerah untuk terus melakukan pendampingan bagi keluarga almarhumah, dan melaksanakan tindak lanjut dalam memberdayakan masyarakat setempat.
Khususnya dalam aspek ketahanan keluarga, kesehatan mental, serta perlindungan perempuan dan anak. Hal ini diharapkan, dapat menjadi upaya pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa depan.
"Kami dari Kemen PPPA juga turut berupaya menguatkan perempuan-perempuan Indonesia. Terjadinya peristiwa ini mendorong kita untuk menguatkan upaya tersebut. Ayo kita bergandengan tangan melindungi perempuan dan menguatkan masyarakat secara holistik dari berbagai sektor," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti, mendorong langkah kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bandung untuk mewujudkan lingkungan masyarakat yang peduli terhadap perempuan, anak dan pembangunan keluarga.
Baca Juga: Rahasia Cara Jaga Kesehatan Mental, Simak Hal Ini agar Tetap Tenang dan Bahagia
"Kami melihat pemerintah daerah setempat telah menunjukkan kepedulian dalam menangani kasus ini. Langkah tersebut tentu perlu diperkuat secara berkelanjutan. Kami juga sudah melaporkan perkembangan ini kepada Pak Gubernur," kata Siska.
Ke depan, KPPPA kembali mendorong Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) dan Posyandu, dengan bersinergi bersama pemerintah Kabupaten Bandung serta ibu-ibu PKK.
"Kita harus merapatkan barisan mendorong meningkatkan kepedulian dan kepekaan terhadap sesama. Jika ada persoalan terkait ketahanan keluarga maupun perlindungan perempuan dan anak, maka perlu segera diberikan pertolongan yang cepat dan tepat," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









