Ferry Joko Juliantono atau yang akrab dipanggil Ferry Juliantono, sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Koperasi, kini resmi dilantik sebagai Menteri Koperasi menggantikan Budi Arie.
Momen pelantikan Menteri Koperasi menarik perhatian publik, sebab Ferry dikenal sebagai figur yang konsisten mendorong pembaruan, terutama dalam rebranding dan digitalisasi koperasi.
Baca Juga: Profil Lengkap Sjafrie Sjamsoeddin, Benarkah Akan Gantikan Budi Gunawan sebagai Menko Polkam?
Pria kelahiran Jakarta, 27 Juli 1967 ini memiliki perjalanan panjang di bidang aktivisme, organisasi sosial, hingga birokrasi.
Ia bukanlah sosok asing dalam perjuangan rakyat. Pada 2008, Ferry bahkan pernah menjadi tahanan politik setelah memimpin demonstrasi menolak kenaikan harga BBM, yang membuat namanya semakin dikenal sebagai pembela masyarakat kecil.
Riwayat pendidikan Ferry menjadi sorotan, yaitu meraih gelar S1 Akuntansi di Universitas Padjadjaran pada 1993, lalu melanjutkan studi S2 Hubungan Internasional di Universitas Indonesia pada 2006 dengan konsentrasi ekonomi politik internasional.
Perpaduan pengalaman aktivis dan latar akademis tersebut membentuknya sebagai teknokrat yang juga berpihak pada rakyat.
Saat menjabat sebagai Wakil Menteri Koperasi pada Oktober 2024, Ferry melakukan terobosan dengan menyoroti tiga fokus utama:
1. Rebranding Koperasi: Mendorong koperasi tampil lebih modern, segar, dan dekat dengan generasi muda.
2. Pendekatan Tekun & Profesional (Teknokratik): Menegaskan bahwa pengelolaan koperasi harus profesional, berbasis data, strategi, dan perencanaan yang matang.
3. Digitalisasi: Menghadirkan koperasi di ranah digital, salah satunya lewat aplikasi di Pasar, platform belanja kebutuhan pangan yang menghubungkan langsung masyarakat dengan koperasi serta menyediakan layanan antar ke rumah.
Inisiatif tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk mengubah citra koperasi yang sebelumnya hanya dikenal sebatas simpan pinjam, menjadi pilar penting dalam perekonomian rakyat.
Baca Juga: Profil Lengkap Jay Idzes: Dari Eredivisie hingga Jadi Andalan Timnas Indonesia
Di luar kiprahnya di pemerintahan, Ferry juga aktif berorganisasi. Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Syarikat Islam periode 2021–2026, sebuah organisasi Islam bersejarah yang fokus pada pemberdayaan ekonomi rakyat.
Selain itu, Ferry juga terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) untuk periode 2024–2028.
Inisiatif yang dijalankan Ferry dinilai sebagai langkah krusial untuk mengubah wajah koperasi dari yang dulu hanya dikenal sebatas simpan pinjam, menjadi kekuatan nyata dalam perekonomian rakyat.
Di luar tugasnya di pemerintahan, Ferry aktif di berbagai organisasi. Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Syarikat Islam (2021–2026), sebuah organisasi Islam bersejarah dengan fokus besar pada ekonomi kerakyatan.
Pada 2024, ia juga dipercaya memimpin Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) sebagai Ketua Umum periode 2024-2028 setelah terpilih secara aklamasi.
Selain itu, Ferry terlibat dalam sejumlah lembaga seperti Dewan Tani Indonesia, Inkoptan, hingga Dekopin, yang berhubungan erat dengan bidang pertanian dan koperasi.
Keterlibatan ini menegaskan bahwa Ferry bukan hanya berwacana, tetapi juga benar-benar hadir dan bekerja bersama masyarakat.
Kini, setelah dilantik sebagai Menteri Koperasi pada 8 September 2025, harapan publik semakin besar padanya.
Dengan posisi barunya, Ferry memiliki ruang lebih luas untuk mewujudkan visi dan gagasannya dibanding saat masih menjabat sebagai wakil menteri.