Akurat

BEM UI Desak DPR Bentuk Tim Investigasi Independen Usut Kekerasan dan Dugaan Makar Demo

Siti Nur Azzura | 3 September 2025, 16:54 WIB
BEM UI Desak DPR Bentuk Tim Investigasi Independen Usut Kekerasan dan Dugaan Makar Demo

AKURAT.CO Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), mendesak DPR membentuk tim investigasi independen terkait kekerasan aparat terhadap mahasiswa, dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung sepanjang Agustus 2025. 

Desakan ini disampaikan Ketua BEM UI, Agus Setiawan, dalam audiensi bersama pimpinan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Hadir dalam audiensi tersebut, yakni Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal.

Mulanya, Agus menyampaikan runtutan kejadian yang menyebabkan kemarahan masyarakat, terutama terhadap oknum aparat dalam aksi demo akhir-akhir ini.

Baca Juga: Pimpinan DPR Terima Audiensi Perwakilan BEM SI, Serap Aspirasi Secara Langsung

"Kita lihat aksi demonstrasi terjadi di berbagai titik dan kami pun dari golongan mahasiswa sempat turun ke jalan, terutama ketika kami mendapatkan kabar bahwa seorang kawan kami, Affan Kurniawan, menjadi korban meninggal dari aparat penegak hukum yang seakan-akan sengaja. Inilah yang memantik rasa kemanusiaan kami untuk hadir di jalanan," ujar Agus.

Menurutnya, pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung adanya dugaan makar dalam aksi demonstrasi, membuat mahasiswa khawatir gerakan mereka ditunggangi pihak tertentu. 

Kondisi itu, menjadi salah satu alasan mahasiswa mulai menahan diri untuk tidak kembali turun ke jalan.

"Lambat laun muncul statement dari Bapak Presiden Prabowo Subianto bahwa ada dugaan makar dari berbagai aksi yang barangkali terprovokasi oleh sebagian oknum. Inilah yang kemudian menghambat kami untuk turun ke jalanan lagi, karena kami khawatir gerakan kami justru ditunggangi. Tetapi di sisi lain saya juga tidak bisa terus-terusan seperti itu," jelasnya.

Agus berharap, DPR sebagai wakil rakyat dapat menindaklanjuti tuntutan mahasiswa dan masyarakat. Salah satunya dengan membentuk tim investigasi yang independen untuk menangani masalah ini. 

Baca Juga: Apakah Ada Demo di Jakarta Hari Ini? Simak Pernyataan BEM SI

"Saya berharap ada pembentukan tim investigasi yang independen untuk mengusut tuntas berbagai kekerasan yang terjadi sepanjang bulan Agustus, juga dengan dugaan makar yang keluar dari mulut Bapak Presiden Prabowo Subianto," ucap dia.

Menurutnya, apa yang disebutkan Presiden Prabowo harus dibuktikan dan diselidiki agar ke depannya aksi demo dapat berjalan kondusif.

"Kami ingin menginvestigasi ini dan mengusut tuntas semuanya, sehingga apa yang disampaikan Bapak Presiden dapat dibuktikan. Karena kami dari gerakan merasa dirugikan dengan statement tersebut yang kemudian menghalangi gerakan kami ke depan," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.