Akurat

Pimpinan DPR Terima Audiensi Perwakilan BEM SI, Serap Aspirasi secara Langsung

Paskalis Rubedanto | 3 September 2025, 16:31 WIB
Pimpinan DPR Terima Audiensi Perwakilan BEM SI, Serap Aspirasi secara Langsung

AKURAT.CO Pimpinan DPR RI menerima audiensi dari perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Audiensi ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, didampingi oleh Wakil Ketua DPR yang lain, yakni Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurijal.

Terdapat 16 perwakilan organisasi dan BEM yang hadir di lokasi. Beberapa di antaranya, BEM Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, Universitas Pembangunan Nasional Jakarta, dan dari universitas lainnya.

Baca Juga: Apakah Ada Demo di Jakarta Hari Ini? Simak Pernyataan BEM SI

"Adik-adik dari BEM maupun organisasi kemahasiswaan yang hadir di list ada 16. Kami mengucapkan terima kasih dan selamat datang di DPR RI," kata Dasco mengawali audiensi.

Dasco kemudian mempersilakan kepada para perwakilan mahasiswa untuk membacakan aspirasinya secara langsung. Berbagai aspirasi yang disampaikan adalah tentang tunjangan DPR, Rancangan Undang-undang yang belum tuntas, kesejahteraan rakyat, dan lain sebagainya. 

Hingga saat ini, para anggota BEM tengah bergantian menyampaikan berbagai tuntutan rakyat yang belakangan diluapkan melalui aksi demonstrasi.

Seperti diketahui, dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, diguncang gelombang demonstrasi yang diwarnai bentrokan, penjarahan, hingga kerusuhan. 

Baca Juga: Situasi Belum Kondusif, BEM SI Batal Demonstrasi

Aksi ini berawal dari demonstrasi mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil yang menyuarakan kritik terhadap pemerintah.

Namun, situasi berkembang tidak terkendali ketika aksi massa diwarnai provokasi dan berujung pada kerusuhan. Sejumlah fasilitas umum rusak, toko-toko dijarah, dan arus lalu lintas lumpuh. 

Isu yang berkembang di media sosial semakin memperkeruh keadaan, termasuk tudingan adanya 'cipta kondisi' serta dugaan keterlibatan aparat intelijen.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.